Bimbing Anak Gunakan Gawai dengan Cerdas

Bimbing Anak Gunakan Gawai dengan Cerdas
Praktisi pendidikan yang juga ketua Yayasan Sekolah Victory Plus Bekasi, Yustina Ries Sunarti, dalam seminar dengan tema ‘Bimbinglah Anak-anak Anda untuk menggunakan Gawai secara Cerdas’ yang berlangsung di Cikarang, Bekasi. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Senin, 10 Februari 2020 | 22:17 WIB

Cikarang, Beritasatu.com - Mendidik anak di era digital membutuhkan perhatian khusus, agar anak tetap dapat dekat dengan orang tua dan tidak melulu berkutat dengan gadget atau gawai.

Pentingnya Edukasi Internet Ramah Anak

Terlebih, dengan banyaknya media sosial (Medsos) juga membuat anak saat ini leluasa mengekspresikan diri mereka melalui akun Instagram, Facebook, Twitter, dan sebagainya.

Hal tersebut disampaikan praktisi pendidikan yang juga merupakan ketua Yayasan Sekolah Victory Plus Bekasi, Yustina Ries Sunarti, dalam seminar dengan tema 'Bimbinglah Anak-anak Anda untuk menggunakan Gawai secara Cerdas' yang berlangsung di Cikarang, Bekasi.

"Orang tua sangat teliti dalam memilih sekolah bagi anak-anak mereka, namun tidak dalam mengawasi kehidupan dunia maya mereka,” ujar Yustina Ries Sunarti, kepada Beritasatu.com, Senin (10/2/2020).

Yustina menegaskan, anak harus mengenal mengenai screen time atau waktu yang dihabiskan di depan layar gawai, televisi atau komputer hanya sebagai hiburan saja seperti bermain gim, menonton film, dan lain-lain.

Survei: 97% Anak Terpapar Pornografi

Sedangkan kegiatan belajar, riset, ataupun yang bersifat kreatif dan menghasilkan berbagai hal yang produktif yang dilakukan di gawai, TV, maupun komputer tidak termasuk dalam kategori screen time.

"Bagi anda yang memiliki anak yang baru lahir sampai berumur dua tahun, sama sekali tidak disarankan untuk memiliki screen time. Sementara, berdasarkan rentang umur anak usia diatas dua sampai dengan lima tahun, periode screen time maksimal adalah satu jam dan maksimal dua jam bagi yang memiliki usia di atas lima tahun sampai dengan 17 tahun,” terang Yustina.

Yustina juga mengingatkan orang tua untuk cerdas dalam meninggalkan jejak digital. Apa yang diunggah, ditulis, maupun laman yang dikunjungi akan meninggalkan jejak digital, dan akan sulit bahkan bisa jadi tidak dapat dihapus selamanya.

"Maka sebagai orang tua, kita harus membimbing dan mengingatkan anak-anak agar mempunyai sopan santun dan etika dalam menulis posting di media sosial. Kita sebagai orang tua harus memberitahukan komitmen penggunaan gawai kepada anak kita, termasuk hak kita untuk sesekali memeriksa sejarah penggunaan gawai mereka dan apa saja yang mereka akses melalui gawai mereka," ujar ibu dari tiga anak ini.

Kaum Ibu Didorong Melek Literasi Digital

"Ada batas rentang tertentu bagi anak dan remaja untuk memiliki media sosialnya sendiri. Batasan usia bagi seseorang untuk memiliki akun Facebook dan Instagram adalah 13 tahun, Whatsapp usia 16 tahun, sedangkan Youtube 18 tahun," seru Yustina.

Dalam survei yang dilakukannya, paling banyak anak-anak mereka mengakses laman Youtube, diikuti dengan permainan online dan Instagram. Oleh karena itu, Yustina membagikan kiatnya dalam mendisiplinkan kegiatan dunia maya bagi anak-anaknya.

"Kami memiliki aturan jam malam bagi penggunaan gawai. Di jam tertentu, kami akan berhentikan penggunaan gawai, dan gawai harus disimpan di ruang khusus, dimana tidak ada akses bagi mereka untuk digunakan di ruang mereka masing-masing," tegas Yustina.

Menurut Yustina, banyak hal yang dapat dilakukan orang tua untuk mengawal anak-anak mereka untuk menggunakan gawai dengan cara yang positif dan orang tua dituntut untuk menjadi panutan, cerdas dan bertanggung jawab.



Sumber: BeritaSatu.com