Drone Elang Hitam Siap Jaga Natuna

Drone Elang Hitam Siap Jaga Natuna
Pesawat udara nir awak (Puna) tipe medium altitude long endurance (Male) Elang Hitam dikembangkan dengan kemampuan membawa senjata. ( Foto: istimewa )
Ari Supriyanti Rikin / EAS Minggu, 9 Februari 2020 | 09:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pesawat udara nirawak (Puna) tipe medium altitude long endurance (Male) Elang Hitam bakal dikembangkan lagi dengan kemampuan membawa senjata. Selain memperkuat sistem persenjataan pertahanan dan keamanan, drone karya anak bangsa ini akan menjaga kedaulatan Indonesia.

Rencananya, drone Male Elang Hitam akan dipakai untuk misi pengamatan di Natuna pada 2021 setelah memperoleh sertifikasi oleh Pusat Kelaikan Kementerian Pertahanan Indonesia.

Pembuatan drone Male ini dilakukan oleh konsorsium yang terdiri dari Kementerian Pertahanan (Kemhan), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), TNI Angkatan Udara, BUMN melalui PT Dirgantara Indonesia (PT DI), PT Len Industri dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional.

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, setelah Elang Hitam akan kembali dibangun dua purwarupa (prototipe) pada 2020. Dua purwarupa ini akan dilengkapi kemampuan intelligence, surveillance, target acquisition and reconnaissance.

"Dua tipe purwarupa ini rencananya akan disertifikasi tahun 2021 kemudian akan diterbangkan di Natuna," katanya menjawab Beritasatu.com di Jakarta, Jumat (7/2).

Tujuannya untuk menjaga kedaulatan wilayah Tanah Air, seperti di langit Natuna, dan kawasan terluar, terdepan, tertinggal lainnya.

Sejalan itu lanjut Hammam, pada 2021 akan kembali dibuat dua drone dengan tipe kombatan atau dipasangi senjata. Diharapkan di 2022 bisa disertifikasi. Jika semua tipe drone lulus sertifikasi maka bisa diproduksi oleh PT DI.

Kemampuan anak bangsa membuat drone Male Elang Hitam, kata Hammam, membuktikan penguasaan teknologi di bidang pertahanan keamanan. Komponen platform serta spesifikasinya pun bisa bersaing dengan drone sejenis dari luar negeri seperti Tiongkok dan Turki.

"Kita tidak ingin punya drone tetapi tidak punya daya serang," ucapnya.

Hamman mengungkapkan puna atau drone Male Elang Hitam ini mampu terbang 30 jam tanpa henti dan memiliki pengendalian multiple UAV secara bersamaan. Ketinggian jelajah hingga 23.000 feet, line off side 250 km, panjang 8,3 meter, dan wing span 16 meter.

Hammam menegaskan, Elang Hitam tentu dapat dioptimalkan guna pengawasan dalam menjaga kedaulatan NKRI, baik di wilayah darat maupun laut, melalui pantauan udara. Penjagaan ini diyakini pula sangat efisien dan mampu meminimalisir risiko kehilangan jiwa, karena dioperasikan tanpa awak.

Lebih lanjut Hammam menekankan bahwa drone Elang Hitam, merupakan solusi teknologi dalam menjawab tantangan, terkait pengawasan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Inisiasi pengembangan drone_atau Puna Male ini telah dimulai sejak 2015 oleh Balitbang Kementerian Pertahanan Kementerian Pertahanan. 



Sumber: BeritaSatu.com