Jokowi Akan Bangun Jalan Tol ke Ibu Kota Baru

Jokowi Akan Bangun Jalan Tol ke Ibu Kota Baru
Presiden Joko Widodo menghadiri acara Peringatan Hari Pers Nasional di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (8/2/2020). ( Foto: Beritasatu.com / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / FER Sabtu, 8 Februari 2020 | 15:20 WIB

Banjarbaru, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, akan membangun akses jalan tol menuju Ibu Kota baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim). Selain itu, fasilitas pendukung juga segera dibangun, tidak hanya dibangun di lokasi calon ibukota negara namun juga di daerah sekitar, termasuk di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Presiden Minta Peran Pers Dimaksimalkan dalam Pilkada 2020

"Tadi saya bertanya pada Pak Gubernur Kalsel, berapa jauh dari sini menuju ke ibukota baru kalau dibuat jalan tol, dijawab kurang lebih 3 sampai 4 jam akan sampai ke sana. Terus dari Batulicin ke Ibu Kota Baru bisa 1,5 jam kalau lewat tol. Saya juga baru tahu bahwa yang namanya Batulicin Kotabaru dekat Penajam Paser Utara. Baru tahu saya," kata Jokowi, saat memberikan sambutan di acara puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN), di Kota Banjarbaru, Kalsel, Sabtu (8/2/2020).

Lalu, ia mencandai Gubernur Kalsel yang terus menawarkan lahan kosong bila ibu kota baru masih kekurangan lahan. "Dan tadi Pak Gubernur Kalsel bilang, kita juga menyiapkan 300.000 hektare (ha) kalau masih butuh tambahan lahan untuk ibukota baru. Masih desak terus ke presiden. Berarti masih belum terima kelihatannya," canda Jokowi.

Jokowi menjelaskan, pemerintah sangat serius dalam rangka percepatan pindahnya ibu kota yang membawa teknologi, inovasi dan sistem kerja yang baik. Pemindahan ibu kota negara, akan menunjukkan keunggulan Indonesia sebagai bangsa karena tidak sekedar memindahkan gedung, kantor, lokasi atau orang-orangnya.

"Tidak bukan itu. Tapi karena kita ingin menginstal sebuah sistem sehingga terjadi perubahan-perubahan nantinya pindah pola pikir, pola kerja dan pindah kecepatan dalam bekerja,” ujar Jokowi.

Mahfud MD: Pers, Pilar Demokrasi yang Paling sehat

Diungkapkannya, dari beberapa desain yang terpilih dari 257 desain yang ikut sayembara desain calon ibu kota negara, pemerintah akan menerapkan gaya hidup perkotaan abad 21 yang rendah karbon, peduli pada lingkungan yang sangat hijau dan menjadi smart city.

"Di ibukota nantinya juga kita ingin semua kendaraan listrik dan otonomus, ramah pejalan kaki, ramah orang bersepeda dan dekat dengan alam," papar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menginginkan momen pemindahan ibu kota menjadi transformasi ekonomi baru yang berbasis riset dan inovasi.

"Kantor-kantor pemerintah menjadi smart office, dibangun klaster-klaster riset dan inovasi kelas dunia, dibangun universitas riset kelas dunia yang saling berkolaborasi untuk kemajuan bangsa kita," tegas Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com