Presiden Minta Peran Pers Dimaksimalkan dalam Pilkada 2020

Presiden Minta Peran Pers Dimaksimalkan dalam Pilkada 2020
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada peringatan Hari Pers Nasional di Banjarmasin, Sabtu (8/2/2020). (Foto: B1/Primus Dorimulu)
Lenny Tristia Tambun / CAH Sabtu, 8 Februari 2020 | 11:44 WIB

Banjarbaru, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta peran pers dapat lebih dimaksimalkan dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 serentak di 270 daerah di Indonesia.

“Saya berharap juga dalam pilkada tahun ini, di 270 daerah, hubungan dengan pers juga lebih dimaksimalkan lagi,” kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara puncak peringatan Hari Pers Nasional di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (8/2/2020).

Karena selama ini, lanjutnya, insan pers telah membantu pemerintah dalam mewartakan semua kerja yang telah dilakukan selama lima tahun terakhir ini. Pers juga diakui Jokowi telah memberikan dukungan, baik melalui masukan maupun kritik yang pedas hingga biasa saja.

Pernah Tak Hadiri HPN, Jokowi: Saya Kapok

“Yang jelas, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada insan pers karena dalam lima tahun terakhir pers secara konsisten mewartakan kerja-kerja pemerintah, memberikan dukungan juga termasuk memberikan masukan dan kritik-kritik, baik yang pedas, setengah pedas maupun kritik yang biasa,” ujar Jokowi.

Untuk itu, Jokowi memberikan apresiasi terhadap peran pers sebagai pilar demokrasi yang ke empat. Apalagi saat pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang diakui sebagai pemilu terbesar dan terumit di dunia, pers berperan besar dalam mendorong partisipasi masyarakat dan menjaga situasi bangsa tetap dalam keadaan kondusif.

Pers Penentu Kualitas Pilkada

“Begitu juga dalam menghadapi situasi yang tidak normal seperti ancaman virus korona. Saat ini peran pers sangat dibutuhkan untuk membantu menyampaikan informasi yang benar pada masyarakat dan tidak menambah kepanikan apalagi ikut memberikan informasi yang salah,” terang Jokowi.

 



Sumber: BeritaSatu.com