Kemag Bantah Dukung Pemulangan 600 WNI Eks ISIS

Kemag Bantah Dukung Pemulangan 600 WNI Eks ISIS
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi ( Foto: Beritasatu TV )
Maria Fatima Bona / RSAT Kamis, 6 Februari 2020 | 19:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi menegaskan Menteri Agama tidak mendukung rencana pemulangan 600 warga negara Indonesia (WNI) eks kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

“Menteri Agama sendiri juga sudah menegaskan kembali melalui keterangan pers bahwa pemberitaan tersebut tidak benar. Karena sampai dengan detik ini Kemag belum pernah menerima usulan tersebut dari siapa pun, termasuk dari BNPT,” kata Zainut dalam keteratangan tertulis yang diterima SP, Kamis (6/2/2020).

Zainut menuturkan, dalam waktu dekat akan melaksanakan rapat koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan kementerian/lembaga terkait untuk melakukan kajian secara mendalam dan menyeluruh. Pasalnya, Kemag menilai masih adanya potensi ancaman keamanan terkait hal tersebut, karena bagaimana pun mereka bukan saja sekadar terpapar paham radikal, tetapi sebagian dari mereka adalah pelaku yang terlibat langsung dalam kegiatan ISIS. Sehingga perlu ada tinjauan dari aspek hukum formalnya.

“Menurut hemat kami rencana pemulangan tersebut perlu dipertimbangkan kembali secara lebih matang, cermat, dan ekstra hati-hati. Perlu dilakukan antisipasi dan kewaspadaan khususnya terhadap gangguan keamanannya,” ujar Zainut.

Zianut juga mengatakan, langkah awal yang harus dilakukan adalah melakukan identifikasi profil eks kelompok ISIS secara teliti dan cermat. Sehingga mereka dapat diklasifikasikan berdasarkan resikonya. “Setidaknya ada tiga klasifikasi, pertama yang sudah sadar, kedua yang masih terpapar, dan ketiga yang perlu mendapat perhatian khusus dan harus berurusan dengan hukum,” ujarnya.

Zainut menyebutkan, Kemag akan menyerap dan mendengarkan aspirasi dari masyarakat sehingga pengambilan keputusannya benar-benar tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dijelaskan Kemag dalam menanggulangi bahaya radikalisme telah menyiapkan program kontra narasi dan program humanisasi melalui pendekatan kontra radikalisasi yakni melalui upaya penanaman nilai-nilai ke-Indonesiaan serta nilai-nilai moderasi beragama.

“Dalam prosesnya strategi ini dilakukan melalui pendidikan baik formal maupun non formal di lingkungan sekolah Kementerian Agama,” ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan