Pembentukan BRIN Berpedoman pada Prinsip Bebas Aktif

Pembentukan BRIN Berpedoman pada Prinsip Bebas Aktif

Ketua Dewan Pengarah BPIP, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan orasi ilmiah, dalam acara Rakornas Kementistek/BRIN 2020, di Gedung Graha Widya Bhakti, Puspitek, Serpong, Kamis (30/1/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Jumat, 31 Januari 2020 | 22:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengingatkan, untuk menjadi negara industri maju bukan berarti tidak berorientasi pada kepentingan nasional.

Megawati Ingatkan BRIN Tidak Boleh Profit Oriented

“Kepentingan nasional adalah kepentingan rakyat, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Megawati saat memberikan arahan dalam Rakornas Kementistek/BRIN 2020 di Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (30/1/2020).

Megawati mengatakan, soal kedaulatan adalah hal prinsip yang tidak bisa ditawar-tawar. Hal ini juga berlaku dalam arah pembentukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Program kemitraan Iptek dengan luar negeri harus dipastikan menjamin terjadinya alih teknologi, dengan tetap berpedoman pada prinsip politik luar negeri bebas aktif,” tegas Megawati yang juga Dewan Pengarah BRIN.

Megawati Pantau Langsung Pembahasan UU Sisnas Iptek

Menurut Megawati, Indonesia tidak anti asing, termasuk dalam bidang Iptek. Namun, tentunya kerja sama dengan bangsa lain pun harus berpegang pada prinsip kedaulatan negara.

“Kerja sama dan bantuan dari negara lain dalam bidang Iptek, bukan berarti kita mengikat kaki dan tangan kita sendiri, sehingga tak mampu berlari cepat mengejar segala ketertinggalan,” jelasnya.

Program kerja sama, lanjut Megawati, tentu bukan bermakna membelenggu bangsa sendiri, lantas menyerahkan regulasi dan kebijakan pembangunan pada bangsa lain.

UU Sisnas Iptek Muluskan Jalan Menuju Negara Industri

“Saya yakin, tidak ada satu pun negara, tidak akan ada satu bangsa pun di kolong langit ini, yang mau menyerahkan riset nasional mereka, yang menyangkut keberlangsungan hidup bangsa dan negaranya pada orang lain,” jelasnya.

“Saya tahu pasti, Presiden Jokowi sebagai pemimpin nasional, memperjuangkan hal tersebut, memperjuangkan kerjasama Indonesia dengan negara lain dengan tujuan terciptanya perdamaian dunia, seperti amanat Pancasila,” tandas Megawati.



Sumber: BeritaSatu.com