Arman Depari Diusulkan Jadi Pengganti Ronny Sompie

Arman Depari Diusulkan Jadi Pengganti Ronny Sompie
Ronny F Sompie dan Yasonna Laoly. ( Foto: Antara )
Yeremia Sukoyo / DAS Rabu, 29 Januari 2020 | 10:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly secara resmi telah mencopot Ronny F Sompie sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi. Selain Ronny Sompie, Menkumham Yasonna juga mencopot Direktur Sistem dan Teknologi Informasi Keimigrasian, Alif Suaidi.

Pencopotan keduanya sebagai buntut dari keterlambatan informasi terkait kembalinya politisi PDI-P Harun Masiku ke Tanah Air. Harun adalah tersangka penyuapan dan masuk sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) Komisi Pemberantasan Korupsi.

Direktur Eksekutif Institute Kajian Pertahanan dan Intelijen Indonesia (IKAPII), Fauka Noer Farid menilai, saat ini Menkumham memang harus segera mencari sosok yang tepat pengganti Ronny Sompie. Salah satu nama yang dianggapnya cocok yaitu Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Arman Depari.

Mnurut Yasonna, posisi Ronny untuk sementara waktu akan diisi oleh  Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Hukum dan HAM Jhoni Ginting. Jhoni akan merangkap tugas sebagai pelaksana harian (Plh) Dirjen Imigrasi.

"Latar belakangnya (Arman Depari) sama dengan Ronny Sompie. Selama ini yang bersangkutan juga tidak terlibat apa pun," kata Fauka Noer Farid, di Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Fauka menilai, sejak berkecimpung menangani peredaran narkotika, Arman sudah banyak berhubungan dengan negara-negara lain. Pengalaman  itu dianggapnya bisa menjadi nilai tambah saat mengisi jabatan Dirjen Imigrasi, yaitu agar lebih mudah dalam melakukan koordinasi.

Selain untuk mendukung kinerja Menkumham, Arman juga bisa dimanfaatkan dalam bidang lain. Termasuk dalam bidang pengawasan peredaran narkotika.

"Di satu sisi pastinya peredaran narkoba yang akan masuk ke Indonesia bisa lebih terpantau. Memang hak pemilihan Dirjen itu ada ditangan kementerian, namun dengan saran yang kami sampaikan diharapkan bisa menjadi pertimbangan," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan