Sabo Dam Kali Woro Kurangi Risiko Banjir Sedimen Merapi

Sabo Dam Kali Woro Kurangi Risiko Banjir Sedimen Merapi
Lava pijar Gunung Merapi. ( Foto: Antara )
Muawwan Daelami / FER Jumat, 24 Januari 2020 | 15:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sabo Dam Kali Woro di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (Jateng) yang berfungsi menahan dan mengurangi aliran lahar pembawa material vulkanik rampung dibangun.

Selesainya proyek ini, memastikan ancaman banjir lahar di hilir Sungai Woro dan kelestarian lingkungan sekitar Gunung Merapi dapat diantisipasi.

Sabo Dam Kali Woro merupakan bendungan yang dimanfaatkan untuk menampung aliran sedimen dan aliran debris di sungai yang menjadi arah aliran erupsi Gunung Merapi.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) melalui Ditjen Sumber Daya Air (SDA) pada tahun 2016-2018 melakukan pembangunan 11 Sabo baru, rehabilitasi tanggul sepanjang 5,9 kilometer (km) dan melakukan rehabilitasi 11 Sabo Dam pada aliran Sungai Woro.

“Kalau bendung menahan air, sedangkan Sabo Dam menahan pasir dan batu sementara airnya tetap bisa lewat,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) ,Basuki Hadimuljono dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Konstruksi sabo, kata Basuki, dibangun secara bertingkat dengan ukuran berbeda, di mana yang terbesar berada di atas untuk menahan batu-batu besar dan yang paling kecil untuk menahan pasir.

Basuki berharap, pembangunan dan rehabilitasi Sabo Dam dapat mengendalikan sedimen sebesar 3,3 juta meter kubik (m3). Pembangunan dan rehabilitasi Sabo DAM Kali Woro menghabiskan biaya Rp 329 miliar melalui APBN (MYC) tahun 2016-2018.



Sumber: Investor Daily