Logo BeritaSatu

Kasus Investasi Bodong, Pengamat Nilai Tepat Polisi Usut Keterlibatan Keluarga Cendana

Jumat, 24 Januari 2020 | 15:09 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / JEM

Medan, Beritasatu.com - Pengamat kepolisian, Agus Yohanes menyatakan langkah tepat dilakukan aparat Polda Jawa Timur (Jatim) untuk mengusut tuntas aliran dana dalam kasus dugaan investasi bodong dari PT Kam & Kam dengan aplikasi MeMiles yang diterima keluarga Cendana.

"Kita mengapresiasi Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan dan Direktur Kriminal Khusus, Kombes Pol Gideon Arif Setiawan, yang menangani kasus investasi bodong melalui aplikasi MeMiles, secara terbuka," ujar Agus Yohanes, Jumat (24/1/2020).

Agus mengatakan, penanganan kasus ini secara perlahan mulai menunjukkan titik terang. Penyidik bisa melakukan pemeriksaan lanjutan dengan memanggil Keluarga Cendana untuk mengungkap dalang di balik investasi bodong MeMiles tersebut.

"Tidak hanya keluarga Cendana, kita juga mendorong Polda Jatim untuk melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap pesohor negeri ini jika menerima aliran dana dari PT Kam & Kam itu. Proses hukum jika terbukti terlibat," tegasnya.

Menurutnya, pemeriksaan terhadap cucu Presiden RI kedua, Ari Haryo Wibowo Harjojudanto alias Ari Sigit, mengindikasikan bukti bahwa banyak pihak yang terlibat dalam menerima aliran dana dari perusahaan investasi bodong tersebut.

"Sangat ironis, PT Kam & Kam dengan aplikasi MeMiles ini, yang sudah memikat 260.000 anggota dengan mengumpulkan uang sedikitnya Rp 760 miliar, justru beroperasi lama tanpa melibatkan orang besar. Ini harus diungkap ke publik," katanya.

Selain memeriksa Ari Sigit, sambung Agus yang merupakan Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (Marak) ini, Polda Jatim diharapkan mempercepat pemeriksaan terhadap istri Ari Sigit, Frederica Francisca Callebaut serta Ibunda Ari Sigit, Ilsye A Rahmawati.

"Kita meyakini, Polda Jawa Timur profesional dalam memeriksa keluarga Cendana ini. Keterangan mereka dipastikan akan membantu penyidik untuk mengusut tuntas kasus dugaan penipuan berskala besar tersebut," sebutnya.

Dirambahkan, kasus investasi bodong bukan hal baru di Indonesia. Kasus dugaan penipuan ini juga banyak terjadi di berbagai daerah. Namun, Polda Jawa Timur yang dinilai berhasil mengungkap kasus besar tersebut. Apalagi, barang bukti uang yang disita lebih dari Rp 120 miliar.

"Saya mencurigai ada jaringan besar di balik kasus investasi bodong ini. Dengan jumlah member yang tidak sedikit, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan itu sudah lama bermain. Apalagi, nilai uang yang sudah masuk ke dalam perusahaan itu, jumlahnya tidak sedikit," sebutnya.

Agus mensinyalir, kasus investasi bodong ini patut dicurigai juga membuka jaringan sampai ke luar negeri. Oleh karena itu, Mabes Polri sebaiknya membantu Polda Jawa Timur dalam membongkar habis jaringan sindikat penipuan oleh perusahaan tersebut.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Seleksi Guru ASN P3K Dibuka, Pemda Diminta Optimalkan Usulan Formasi

Kemendikbudristek mendorong pemda mengajukan formasi guru ASN P3K secara optimal dalam seleksi guru ASN P3K 2022. 

NEWS | 27 September 2022

Volodymyr Zelensky Dapat Gelar Tokoh Yahudi Paling Berpengaruh 2022

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendapat gelar sebagai Tokoh Yahudi Paling Berpengaruh Tahun 2022.

NEWS | 27 September 2022

Swiss Musnahkan 10 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Moderna

Swiss terpaksa memusnahkan 10,3 juta dosis vaksin Moderna untuk melawan Covid-19, setelah habis masa berlakunya minggu ini.

NEWS | 27 September 2022

5 Warga Tewas Tertimbun Tanah Longsor di Kota Baru Kalsel

Sebanyak lima warga meninggal dunia dalam bencana tanah longsor yang melanda Desa Buluh Kuning, Kecamatan Sei Durian, Kabupaten Kota Baru, Kalsel.

NEWS | 27 September 2022

Global Forum AMM G-20 Akan Bahas Pertanian Digital

AMM G-20 akan dibuka dengan sesi Global Forum yang secara khusus akan membahas pertanian digital.

NEWS | 26 September 2022

BNPP Susun Rencana Aksi Eks OBP Sungai Simantipal

Menurut BNPP, OBP untuk wilayah/segmen batas negara RI-Malaysia di Sungai Simantipal dan C500-C600 dinyatakan berakhir.

NEWS | 26 September 2022

Kasus Brigadir J, AKBP Raindra Ramadhan Syah Jalani Sidang Etik Hari Ini

Eks Kasubdit 1 Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Raindra Ramadhan Syah menjalani sidang etik terkait kasus Brigadir J pada hari ini, Selasa (27/9/2022).

NEWS | 27 September 2022

Lukas Enembe Klaim Hanya Kelola 20% Dana Otsus Papua

Kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening menyatakan, pihak Pemprov Papua hanya mengelola 20% dari total dana otsus yang diberikan.

NEWS | 27 September 2022

Warga Afghanistan Sukarela Serahkan Ratusan Pucuk Senjata Api

Pasukan keamanan Afghanistan telah mengumpulkan ratusan senjata ketika penduduk setempat dengan sukarela menyerahkan senjata dan amunisi.

NEWS | 27 September 2022

Dijatuhi Sanksi Demosi 3 Tahun, Ipda Arsyad Daiva Tidak Ajukan Banding

Ipda Arsyad Daiva tidak mengajukan banding atas setelah dijatuhi sanksi demosi tiga tahun buntut kasus tewasnya Brigadir J. 

NEWS | 27 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Seleksi Guru ASN P3K Dibuka, Pemda Diminta Optimalkan Usulan Formasi

Seleksi Guru ASN P3K Dibuka, Pemda Diminta Optimalkan Usulan Formasi

NEWS | 4 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings