http://api.beritasatumedia.com/beritasatu/apiweb/article/type:detail/id:596563/ http://api.beritasatumedia.com/beritasatu/apiweb/article/type:popular/cat:global/limit:5/ http://api.beritasatumedia.com/beritasatu/apiweb/article/type:terkini/offset:0/limit:7/ http://api.beritasatumedia.com/beritasatu/apiweb/article/type:moresuggest/id:596563/cat:nasional/limit:1 http://api.beritasatumedia.com/beritasatu/apiweb/sosmed Pemprov Jabar Genjot Pariwisata Lewat Ajang "West Java Calendar 2020" - BeritaSatu.com

Pemprov Jabar Genjot Pariwisata Lewat Ajang "West Java Calendar 2020"

Pemprov Jabar Genjot Pariwisata Lewat Ajang
Gubernur Jawa Barat Ridwa Kamil memberikan sambutan pada acara West Java Calendar 2020 bertema Smiling West Java" di Bandung, Jawa Barat, Rabu, 22 Januari 2020. ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Rabu, 22 Januari 2020 | 17:13 WIB

Bandung, Beritasatu.com - Jawa Barat memiliki banyak destinasi wisata yang indah berkat kekayaan alamnya. Bahkan, ada adagium yang menyebutkan bahwa tanah Sunda diciptakan saat Tuhan sedang tersenyum.

Melihat potensi itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) terus berinovasi untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan, khususnya dari mancanegara. Salah satunya adalah yang dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar dengan menggelar acara rutin West Java Calendar 2020.

Untuk tahun ini, acara tersebut mengusung tema besar "Smiling West Java". Lewa acara ini, Pemprov Jabar berharap pariwisata di negeri Pasundan itu bisa terus meningkat.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, upaya ini membuahkan hasil yang memuaskan, terutama dari sisi kunjungan wisatawan ke Tanah Sunda. Tahun lalu, pihaknya menargetkan jumlah wisatawan yang datang ke Jabar sebanyak 49 juta orang. Namun, jumlah wisatawan di Jabar pada 2019 jauh di atas target, yakni menembus 60 juta orang.

“Jadi, intinya para wisatawan menyukai dan betah. Jumlahnya melebihi dari apa yang kami prediksikan,” kata Ridwan Kamil saat memberikan sambutan dalam acara West Java Calendar 2020 yang digelar di hotel Luxury Trans Bandung, Rabu (22/1/2020).

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan, sejumlah destinasi wisata yang ada di Jabar adalah bukti dari keindahan ciptaan Tuhan yang begitu luar biasa. “Tugas kita adalah memberi nilai tambah atas anugerah ini. Pariwisata itu berarti memberikan nilai tambah pada sesuatu. Yang tadinya biasa-biasa saja, kini menjadi nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Kang Emil mengartikan ekonomi pariwisata sebagai ekonomi kebahagiaan. “(Soalnya) ada yang bahagia lewat belanja, maka ada wisata shopping split atau wisata dress space. Ada juga yang bahagia melihat alam, seperti ke pantai, ke danau, atau ke gunung, melihat air terjun dan bermain di sungai,” katanya.

Dikatakan pula, potensi wisata di Jabar sebenarnya mencapai ribuan tempat, mulai dari berskala kecil yang digelar di kampung hingga yang besar.

“Bila sekarang kita klasifikasi ada 167 festival unggulan untuk perkuatan ekonomi di Jabar. Nah, dari 167 ini ada olahraga, ada tradisi, ada yang bersifat religius dan ada yang musik dan lain-lain. Kontribusi ini nilainya saya coba hitung, ada triliunan (rupiah) datang dari perputaran itu,” ujarnya.

Menurutnya festival itu akan digelar di 27 kabupaten/kota dan ada lima festival yang menjadi unggulan. “Bentuknya itu ada yang sifatnya di kota atau pedesaan, gunung, dan lain-lain,” katanya.

Saat ini ada lima festival unggulan sesuai dengan standar yang diberikan Kementerian Periwisata dan Ekonomi Kreatif dan sudah mendapat dukungan dari pusat. Lima festival unggulan itu adalah Festival Asia Afrika di Kota Bandung, Festival Cap Go Meh, Festival Keraton di Cirebon, Festival Jatigede, dan acara kebudayaan Priangan di Garut.



Sumber: Suara Pembaruan