Setelah Pastikan Kebenaran, Imigrasi Ungkap Keberadaan Harun Masiku

Setelah Pastikan Kebenaran, Imigrasi Ungkap Keberadaan Harun Masiku
Harun Masiku (Foto: istimewa)
Fana Suparman / YUD Rabu, 22 Januari 2020 | 16:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ditjen Imigrasi Kemkumham membenarkan caleg PDIP, Harun Masiku yang menjadi buronan KPK atas kasus dugaan suap proses PAW telah kembali ke Indonesia pada 7 Januari 2020 atau sehari sebelum KPK melancarkan OTT pada Rabu (8/1/2020). Hal itu dilakukan setelah aparat Imigrasi memastikan kebenaran kembalinya Harun Masiku ke Indonesia. 

Kabag Humas dan Hukum Ditjen Imigrasi, Arvin Gumilang mengklaim informasi mengenai kembalinya Harun ke Indonesia telah diketahui beberapa waktu lalu. Namun, Arvin mengaku baru mendapatkan perintah untuk menyampaikan informasi tersebut pada hari ini.

Baca juga: Kemkumham Bantah Sembunyikan Buronan KPK Harun Masiku

"Perintah untuk kami menyampaikan, tuh hari ini. Terkait kapan kami peroleh (informasi soal Harun), saya tidak bisa katakan," kata Arvin di Gedung Kemkumham, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Arvin tak menyebut secara terperinci kapan informasi soal keberadaan Harun di Tanah Air diperoleh Ditjen Imigrasi.

Arvin pun membantah pihaknya sengaja memperlambat penyampaian informasi keberadaan Harun di Indonesia yang sudah berlalu sekitar 15 hari sejak tiba 7 Januari 2020. Arvin menyatakan, pihaknya perlu mendalami untuk memastikan kebenaran informasi itu terlebih dahulu sebelum menyampaikannya kepada publik.

"Itu memang agak lama. Kami masih menunggu arahan kapan kami bisa menyampaikan. Segala sesuatu harus kami pastikan dulu, apabila fix betul dan yang kami dapatkan itu kan bukti-bukti yang kalau menurut hemat kami adalah sesuatu yang dikecualikan juga. Bisa mendapatkan manifes, mendapatkan rekaman CCTV, nah makanya kami perlu melakukan langkah-langkah untuk mengujinya," katanya.

Baca juga: Dirjen Imigrasi: Harun Masiku Telah Kembali ke Indonesia 7 Januari 2020

Informasi mengenai keberadaan Harun terasa janggal ditilik dari alur pernyataan pihak terkait. Diketahui, KPK menangkap Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU dan tujuh orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (8/1/2020).

Sehari kemudian, KPK menetapkan Wahyu, Harun, mantan anggota Bawaslu yang juga mantan caleg PDIP Agustiani Tio Fridelina dan kader PDIP Saeful Bahri sebagai tersangka kasus dugaan suap proses PAW anggota DPR. Pada 13 Januari 2020, Ditjen Imigrasi menyatakan bahwa Harun Masiku telah ke Singapura pada tanggal 6 Januari 2020 atau dua hari sebelum OTT KPK dan belum kembali ke Indonesia.

Baca juga: Diburu Polisi Hingga ke Gowa, Harun Masiku Tak Ditemukan

Pada 16 Januari, Menkumham yang juga politikus PDIP, Yasonna H Laoly menyatakan Harun masih berada di Singapura. Pemberitaan media nasional menyebut Harun sudah kembali ke Indonesia pada 7 Januari 2020. Pemberitaan itu dilengkapi dengan rekaman CCTV di Bandara Soekarno-Hatta yang menunjukkan keberadaan Harun. Selama rentang itu, KPK mengklaim mempercayai pernyataan jajaran Ditjen Imigrasi dan Kemkumham. Namun, pada hari ini, Rabu (22/1/2020), Ditjen Imigrasi mengakui Harun telah kembali ke Indonesia pada 7 Januari 2020.

Diberitakan, KPK menetapkan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan; caleg PDIP, Harun Masiku; mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan seorang swasta bernama Saeful sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait PAW anggota DPR. Wahyu dan Agustiani diduga menerima suap dari Harun dan Saeful dengan total sekitar Rp 900 juta. Suap itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Tiga dari empat tersangka kasus ini telah mendekam di sel tahanan. Sementara, tersangka Harun Masiku masih buron hingga kini.



Sumber: Suara Pembaruan