Berkas Perkara Pembunuhan Hakim Jamaluddin Segera Dilimpahkan ke Pengadilan

Berkas Perkara Pembunuhan Hakim Jamaluddin Segera Dilimpahkan ke Pengadilan
Tersangka kasus pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Zuraida Hanum (tengah) yang juga istri korban dihadirkan polisi ketika gelar kasus di Mapolda Sumatera Utara, Medan, Sumatera Utara, Rabu (8/1/2020). Polda Sumatera Utara menetapkan tiga tersangka atas kasus dugaan pembunuhan berencana seorang hakim PN Medan tersebut dan satu dari tiga tersangka itu merupakan istri korban yang menjadi otak pembunuhan dengan motif karena permasalahan rumah tangga. ( Foto: ANTARA FOTO/Septianda Perdana )
Arnold H Sianturi / JEM Selasa, 21 Januari 2020 | 16:01 WIB

Medan, Beritasatu.com - Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) kasus pembunuhan berencana yang menewaskan Jamaluddin, hakim di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumut, segera dilimpahkan ke pengadilan.

"Dengan berakhirnya tahapan rekonstruksi kasus pembunuhan hakim Jamaluddin, maka berkas perkaranya diupayakan secepat mungkin dilimpahkan ke kejaksaan, sehingga kasusnya dapat segera disidangkan di pengadilan," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Maringan Simanjuntak, Selasa (21/1/2020).

Dikatakan, rekonstruksi kasus pembunuhan Jamaluddin digelar tiga kali dengan adegan dan lokasi yang berbeda. Total ada 98 adegan yang diperagakan ketiga tersangka pembunuh hakim Jamaluddin dalam tiga tahap rekonstruksi tersebut.

Ketiga tersangka Zuraidah Hanum, Jefri Pratama, dan Reza Fahlevi. Zuraidah Hanum yang juga istri kedua Jamaluddin, diduga sebagai dalang pembunuhan berencana itu. Zuraidah membayar Jefri dan Reza sebagai eksekutor yang membunuh suaminya.

Rekonstruksi tahap tiga digelar Selasa oleh Polda Sumut bersama dengan Polrestabes Medan. Dalam rekonstruksi tahap akhir ini, dihadirkan dua tersangka Jefri dan Reza.

Maringan menjelaskan, rekonstruksi tahap tiga dilaksanakan di empat lokasi yakni di perkebunan kelapa sawit Desa Sukadamai, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang. Di lokasi ini, tersangka Jefri membuang dua pasang sarung tangan yang mereka gunakan mengeksekusi Jamaluddin. Jefri membuang barang bukti dari atas sepeda motor.

Kemudian, kedua tersangka menuju jembatan di Desa Namorih, Kecamatan Pancur Batu. Di sini, tersangka Jefri kembali membuang dua unit ponsel yang digunakan sebagai alat komunikasi dengan tersangka Zuraidah Hanum. Jefri lebih dahulu memisahkan bagian ponsel dan baterainya.

Setelah itu, kedua tersangka menuju rumah Reza Fahlevi di Jalan Anyelir, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan. Mereka sempat singgah di sebuah warung daerah Tuntungan untuk membeli sepatu. Di adegan tersebut, tampak tersangka Reza membeli dua pasang sandal jepit.

Sesampai di rumah Reza, mereka berganti pakaian yang digunakan saat membunuh korban. Kemudian pakaian serta jaket dan sepatu yang digunakan selama proses eksekusi diberikan kepada Reza.

"Tersangka Reza kemudian membawa seluruh barang tersebut ke belakang rumah dan dilenyapkan dengan cara dibakar. Semua barang bukti saat melakukan perencanaan dan pembunuhan sudah dimusnahkan," ujar Maringan. 

 



Sumber: Suara Pembaruan