BPBD: Kapal Wartawan Istana yang Terbalik Diterjang Gelombang Tinggi

BPBD: Kapal Wartawan Istana yang Terbalik Diterjang Gelombang Tinggi
Kapal yang ditumpangi wartawan Istana dan Biro Pers terbalik di kawasan Labuan Bajo, NTT, Selasa (21/1/2020). ( Foto: Dok )
Whisnu Bagus Prasetyo / Carlos KY Paath / WBP Selasa, 21 Januari 2020 | 12:47 WIB

Labuan Bajo, Beritasatu.com - Kapal Plataran Pinisi Bali yang mengangkut wartawan Istana dan Biro Pers terbalik di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa siang (21/1/2020) sekitar pukul 12.20 WIB. Dalam insiden itu, semua penumpang dan anak buah kapal (ABK) selamat.

Staf Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Barat Hans membenarkan insiden tersebut. "Informasi kapal tenggelam di Labuan Bajo benar terjadi," kata Hans dalam keterangan yang diterima Selasa.

Hans menjelaskan, lokasi kapal tenggelam berdekatan dengan Pulau Bidadari Labuan Bajo. "Penyebabnya kemungkinan akibat gelombang tinggi," kata Hans.

Saat ini BPBD sedang berkoordinasi dengan SAR dan instansi terkait lainnya.

Menurut jurnalis Kantor Berita Antara, Desca Lidya Natalia, para awak media mengisi waktu kosong dengan naik kapal tersebut dari kawasan Plataran Komodo. Sebab, Presiden telah terbang menuju Jakarta. “Masih di tengah laut saat mau belok balik ke pantai, tiba-tiba angin kencang, ombak gede (besar) dan dalam hitungan detik (kapal) langsung terbalik. Sekarang sudah di Plataran, di pantai lagi,” kata Desca dalam keterangannya.

Kapal Bawa Wartawan Istana Terbalik di Perairan Labuan Bajo

Sementara berdasarkan informasi Beritasatu TV dari salah satu korban, wartawan Kristo Suryokusumo, kapal yang tenggelam adalah milik Plataran yang paling kecil, bukan yang digunakan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

kapal

Kapal yang ditumpangi wartawan Istana dan Biro Pers terbalik di kawasan Labuan Bajo, NTT, Selasa (21/1/2020).

Kapal tersebut membawa sejumlah wartawan yang sedang foto-foto dan ambil gambar. Saat mau pulang, tiba-tiba diterjang angin dan gelombang tinggi. "Semua penumpang dan ABK selamat, namun beberapa kamera dan peralatan hilang," kata keterangan tersebut.

Adapun kapal itu ditumpangi wartawan SCTV, TVRI, Beritasatu, Antara, Liputan 6, Vivanews dan Biro Pers.

Kehadiran wartawan RI 1 itu dalam rangka meliput kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Labuan Bajo, NTT.



Sumber: BeritaSatu.com