Rekonstruksi Tahap Akhir Pembunuhan Hakim Jamaluddin Digelar Selasa

Rekonstruksi Tahap Akhir Pembunuhan Hakim Jamaluddin Digelar Selasa
Zuraidah Hanum (tengah) dalang pembunuhan suaminya, hakim PN Medan, Jamaluddin. ( Foto: Beritasatu Photo / Arnold H Sianturi )
Arnold H Sianturi / FMB Minggu, 19 Januari 2020 | 18:37 WIB

Medan, Beritasatu.com - Polda Sumut bersama dengan Polrestabes Medan akan kembali menggelar rekonstruksi tahap tiga pembunuhan hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin, yang ditemukan tewas di dalam mobil Toyota Land Cruiser Prado BK 77 HD di sebuah jurang di Dusun II Namo Bintang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang, 29 November 2019. Untuk rekonstruksi tahap ketiga ini, rencananya dilaksanakan, Selasa (21/1/2020).

"Ketiga tersangka, Zuraidah Hanum (dalang), Jefri Pratama dan Reza Fahlevi, juga turut dihadirkan. Rekonstruksi tahap akhir ini memperagakan adegan membuang barang bukti berupa handphone yang dibeli," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reksrim) Polrestabes Medan, AKBP Maringan Simanjuntak, Minggu (19/1/2020).

Maringan mengatakan, ada sebanyak 15 adegan dalam rekonstruksi tahap pertama, yang dilaksanakan di lima lokasi. Rekonstruksi tahap pertama ini menguak tentang rencana pembunuhan hakim Jamaluddin. Adapun lokasi rekonstruksi pertama itu di antaranya dilakeanakan di Cafe Everyday Jalan Ringroad Medan dan The Coffee Town Jalan Ngumban Surbakti Medan.

"Untuk rekonstruksi tahap dua, ketiga tersangka memperagakan 77 adegan pembunuhan hakim Jamaluddin di kediaman korban di Komplek Perumahan Royal Monaco Blok B Nomor 22 Jalan Aswad/Eka Surya, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor. Saat itu, juga dilaksanakan rekonstruksi pembuangan jenazah di sebuah jurang di Kutalimbaru," katanya.

Menurutnya, ada beberapa lokasi tempat rekonstruksi tahap akhir tersebut. Selain di kawasan Kutalimbaru, rekonstruksi ini juga dilaksanakan di tempat terbuka di kawasan Simpang Selayang Medan. Di lokasi ini, para pelaku akan memperagakan pembuangan handphone ke sungai. Alat komunikasi itu dibeli dari toko handphone atas suruhan Zuraidah, yang dipakai untuk berkomunikasi selama perencanaan pembunuhan.

Setelah membunuh dan membuang jenazah Jamaluddin, Zuraidah Hanum sebagai dalang pembunuhan suaminya hakim Jamaluddin, memerintahkan Jefri Pratama dan Reza Fahlevi, supaya tidak menghubungi dirinya selama empat-lima bulan pascamelakukan pembunuhan tersebut. "Kasus pembunuhan hakim Jamaluddin ini menarik. Dalang utama mengingatkan kedua eksekutor pembunuhan supaya tidak menghubunginya sampai semua keadaan dinyatakan aman," ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin.

Martuani menegaskan, kasus ini masuk dalam kategori pembunuhan berencana setelah adanya peringatan dari Zuraidah Hanum kepada kedua eksekutor pembunuhan, Jefri Pratama dan Reza Fahlevi. Para pelaku juga sudah mengadakan pertemuan dalam merencanakan pembunuhan. 



Sumber: Suara Pembaruan