BNN Sebut Ada 195.081 Pengguna Narkoba di Jateng

BNN Sebut Ada 195.081 Pengguna Narkoba di Jateng
Kepala BNN Jateng Brigjend Pol Benny Gunawan, saat bersilaturahmi ke rumah dinas gubernur Jateng Puri Gedeh, Jumat (17/1/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Stefi Thenu )
Stefi Thenu / WBP Sabtu, 18 Januari 2020 | 09:10 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Pengguna narkoba di Jateng pada 2019 tercatat sebanyak 195.081 orang dengan rentang usia mulai termuda 15 sampai tertua 64 tahun. Penyalahgunaan narkoba bahkan cenderung unik. Contohnya pada malam Tahun Baru lalu, BNN Jateng menemukan sekelompok warga yang menyalahgunakan obat batuk menjadi narkoba.

Hal itu diungkapkan Kepala BNN Jateng Brigjend Pol Benny Gunawan, saat bersilaturahmi ke rumah dinas gubernur Jateng Ganjar Pranowo Jumat (17/1/2020). Benny juga memaparkan hasil pantauannya bahwa jalur distribusi narkoba regional di Jateng berasal dari Tiongkok, Jerman, India, Belanda, dan Malaysia. Sedangkan daerah rawan di Jateng meliputi Banyumas, Pekalongan, Jepara, Solo, Cilacap dan Kota Semarang.

"Distribusinya melalui pelabuhan, jalur tol Trans Jawa, rute penerbangan yang semakin banyak, lapas, serta bertambahnya WNA di Jateng. Di sisi lain, Jateng pasar ketiga setelah Jabar dan Jatim. Sehingga, kita butuh regulasi yang lengkap. Sementara, BNN baru ada di sembilan kabupaten/kota, sehingga kami harus menjangkau 26 kota/kabupaten," imbuh Benny Gunawan, yang datang bersama anggota Komisi D DPRD Jateng, Dedy Mardiana.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo cukup terkaget ketika mendengar cerita itu. Ganjar berharap sisi pertahanan narkoba harus lebih kuat. "Saya juga sampaikan ke Pak Presiden Jokowi, jika narkoba jadi musuh negara," kata Ganjar.

Karena penyusunan perda harus menunggu lama, Ganjar pun akan secepatnya membuat Peraturan Gubernur Jateng. "Dengan pergub, sifatnya lebih luas dan bisa menggigit semua," kata Ganjar.

Untuk memberantas narkoba, perlu menggandeng komunitas. "Kita buat lomba vlog, hadiahnya sepeda motor, kamera, laptop, handphone. Kita gerakkan MUI, pelajar, mahasiswa, awal Februari," tandas Ganjar Pranowo.



Sumber: Suara Pembaruan