Kapolda: Bom Rakitan di Seluma Gunakan Bahan Peledak Ikan

Kapolda: Bom Rakitan di Seluma Gunakan Bahan Peledak Ikan
Ilustrasi bom rakitan ( Foto: Istimewa )
Usmin / JEM Senin, 13 Januari 2020 | 15:37 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Kepala Kepolisan Daerah (Kapolda) Bengkulu Irjen Pol Supratman mengatakan, dari hasil pengecekan yang dilakukan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri diketahui bom rakitan yang meledak di Seluma terbuat dari bahan bom peledakan ikan.

"Orang yang bisa bikin bom ikan, dia bisa membuat bom yang meledak di Seluma pada Sabtu (11/1/2020) pagi. Masalahnya sekarang niat orang membuat membuat bom rakitan tersebut. Kalau bom ikan jelas akan mencari ikan. Kalau bom ini jelas biatnya kriminal untuk mencelakakan orang lain," kata Kapolda Irjen Pol Supratman, di Bengkulu, Senin (13/1/2020).

Ia mengatakan, untuk mengungkap kasus bom rakitan di Seluma, penyidik Polda Bengkulu, telah memeriksa sebanyak 11 orang saksi, termasuk mantan Kades Padang Serunaian, IF untuk dimintai keterangan.

"Mantan Kades IF bersama 9 orang saksi lainnya sudah kita minta keterangan. Kalau sudah ada kaitanya pasti kita tangkap. Sekarang kita masih mencari siap pelaku bom rakitan yang meledak di depan rumah Kades Satria Utama pada Sabtu pagi tersebut," ujarnya.

Penyidik Polda Bengkulu selain berusaha mengungkap pelakunya juga berusaha membuka motif pastinya dari kasus peledakan bom tersebut. "Kasus ledakan bom Seluma ini langsung ditangani Polda dibantu Direktorat Intel, Direktur Umum dan Kapolres Seluma dan Densus 88," ujarnya.

Kapolda menambahkan, setiap perkembangan dari kasus ini, akan diinformasikan. "Kita berharap pelaku bom rakitan Seluma ini segera terungkap dan pelaku langsung kita tangkap," kata mantan Wakapolda Jabar ini.

Dari hasil penyelidikan dilapangan diketahui tidak ada masalah serius di desa tersebut, kecuali konflik soal pemilihan kepada desa (Pilkades) yang digelar pada 7 November 2019, dan kades terpilih dilantik pada 17 Desember lalu.

"Untuk motif pastinya peledakan bom di Seluma, belum diketahui secara persis dan ini baru dugaan saja. Selama ini di Desa Padang Serunian tidak ada masalah kecuali masalah pilkades, karena desa ini baru melaksanakan pilkades. Kebetulan yang menjadi korban ledakan bom ini orang tua dari kades terpilih," ujarnya.

Meski demikian, kata Kapolda Bengkulu, untuk mengungkapkan kasus ini pihaknya akan menarik kebelakang. "Namanya Pilkades, ada yang menang dan ada yang kalah. Sedikit pasti ada konflik. Masalah ini yang akan kita cari. Ada kaitan apa tidak. Ini yang sedang kita dalami," tambahnya.

Yang jelas, kata Jenderal Polisi bintang ini, peledakan bom rakitran di Seluma tidak terkait dengan jaringan terorisme di Tanah Air. Peledakan bom Seluma diduga ada terkait dengan Pilkada Desa Padang Serunian pada 7 November lalu.

Namun, untuk membuktikan kebenaran dugaan tersebut, penyidik Polda Bengkulu, dibantu Tim Labfor Mabes Polri, dan Polda Sumsel, serta Densus 88 masih bekerja di lapangan untuk mendapatkan data akuran, termasuk meminta keterangan dari 10 orang saksi.

Sementara itu, korban ledakan bom Seluma, Halidin (60), yang saat ini menjalani perawatan di RS Bhayangkara, Kota Bengkulu, kesehatanya memulai membaik. Luka bekas pecahan kaca yang menancap ditubuhnya mulai kering dan membaik.

Seperti diketahui pada Sabtu (11/1/2020) pagi, warga Desa Padang Serunaian, Kecamatan Semidang Alas, Kabupaten Seluma, Bengkulu, dihebokan dengan kasus ledakan bom rakitan dalam tas plastik di depan rumah Kades desa setempat.

Ledakan bom berdaya rendah itu, menyebabkan satu orang warga menjadi korban, atas nama Halidin (60), orang tua dari Kades Padang Serunaian. Korban yang semula dirawat di Puskesmas Semindag Alas langsung dirujuk ke RS Bhayangkara, kota Bengkulu, dan sampai Senin (13/1/2020), kesehatanya mulai membaik.



Sumber: Suara Pembaruan