Terlibat Jaringan Narkoba, Mantan Kapolsek Payung Terancam Dipecat

Terlibat Jaringan Narkoba, Mantan Kapolsek Payung Terancam Dipecat
Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin, memaparkan kasus tembak mati bandar narkoba, di Medan, Kamis (9/1/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Arnold Sianturi )
Arnold H Sianturi / FER Minggu, 12 Januari 2020 | 21:23 WIB

Medan, Beritasatu.com - Mantan Kapolsek Payung, Iptu Samson Sembiring, masih ditahan terkait kasus dugaan transaksi narkoba. Selain menjalani proses pidana umum, oknum perwira polisi ini juga terancam dipecat dari keanggotaan Polri.

Baca Juga: Polisi Tembak Mati Bandar Narkoba di Medan

"Saya perlu tegaskan kembali, tidak ada ampun untuk kasus narkoba. Apalagi jika ada oknum polisi yang terlibat, saya pastikan harus dipecat," ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin, di Medan, Minggu (12/1/2019).

Kapolda menegaskan, pemecatan terhadap oknum polisi yang terlibat narkoba merupakan warning kepada seluruh jajarannya. Pihaknya akan mengambil sikap tegas dan terukur jika kembali mengungkap keterlibatan oknum polisi dalam kasus narkoba.

"Untuk oknum polisi terkait kasus peredaran narkoba sudah tidak pantas untuk dipertahankan lagi. Tindakannya sudah mencoreng institusi Polri selain juga merusak generasi muda masa depan bangsa. Sehingga, mereka layak dipecat," tegasnya.

Menurut Martuani, oknum periwa polisi yang merupakan mantan Kapolsek Payung di Kabupaten Tanah Karo, masih menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik di Markas Polda Sumut.

Baca Juga: Ini Kronologi Pembunuhan Hakim PN Medan

Sebelumnya, Satuan Reserse Narkoba Polres Tanah Karo mengamankan Kapolsek Payung, Iptu SS (Samson Sembiring), karena diduga terkait dalam jaringan narkoba. Polisi juga mengamankan Brigadir BL anak buah Iptu SS dalam kasus sama.

"Pengangkapan terhadap Iptu SS terjadi pada pekan lalu. Benny mengatakan Iptu SS baru dua bulan menjabat sebagai Kapolsek Payung," ujar Kapolres Tanah Karo AKPB Benny Hutajulu.

Kapolres mengatakan, penangkapan terhadap Kapolsek Sipayung bersama anak buahnya tersebut, merupakan pengembangan dari pemeriksaan terhadap seorang bandar narkoba berinisial DK.

Barang bukti yang disita dalam penangkapan bandar narkoba DK itu, petugas kita menyita 5 gram lebih narkoba jenis sabu - sabu. Bandar narkoba ini menyeret Kapolsek Payung dan anak buahnya," katanya.

Baca Juga: Rekonstruksi Pembunuhan Hakim Direncanakan Senin

Kapolres menambahkan, Iptu SS dijemput di kediamannya setelah tidak menyahuti panggilan petugas. Kedua oknum polisi itu sudah diserahkan ke Ditpropam Polda Sumut, untuk menjalani pemeriksaan.

"Dua hari lalu juga jabatan Kapolsek Payung sudah kita ganti. Penangkapan ini menunjukan kami tidak tebang pilih siapa pun yang melakukan pelanggaran, apalagi personel Polri yang harusnya jadi panutan dan contoh bagi masyarakat malah sanksi nya lebih berat," sebutnya.

Untuk mengungkap peran Iptu SS dan Brigadir BL, sambung Kapolres, masih dalam penyidikan tim Polda Sumut. Polisi menangani kasus ini dengan menerapkan azas praduga tak bersalah.



Sumber: Suara Pembaruan