HUT ke-63 Jambi, Kemiskinan dan Pengangguran Masih Tinggi

HUT ke-63 Jambi, Kemiskinan dan Pengangguran Masih Tinggi
Ilustrasi Kemiskinan dan Pengangguran
Radesman Saragih / RSAT Senin, 6 Januari 2020 | 14:06 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Penurunan jumlah penduduk miskin di Provinsi Jambi satu tahun terakhir masih tergolong rendah. Hal tersebut tercermin dari penurunan penduduk miskin di daerah itu hanya 11.520 jiwa atau sekitar 4% dalam satu tahun terakhir.

Gubernur Jambi, Fachrori Umar pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Provinsi Jambi di lapangan kantor Gubernur Jambi, Senin (6/1/2020) mengatakan, jumlah penduduk miskin di Provinsi Jambi hingga akhir tahun 2019 masih mencapai 273.600 jiwa atau sekitar 7,60 % dari total penduduk Jambi 3,6 juta jiwa.

Bila dibandingkan dengan tahun 2018 sekitar 285.120 orang atau 7,92 % dari total penduduk Jambi, penurunan penduduk miskin di Jambi hanya 11.520 jiwa dalam satu tahun atau sekitar 4%.

“Untuk meningkatkan penurunan jumlah penduduk miskin di Jambi di masa mendatang, Pemprov Jambi dengan pemerintah kota dan kabupaten se-Provinsi Jambi harus bekerja sama dengan baik guna meningkatkan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan peningkatan kesejahteraan rakyat,”katanya.

Selain masalah kemiskinan, lanjut Fachrori Umar, Jambi juga masih dihadapkan dengan masalah tingginya angka pengangguran. Jumlah pengangguran di Jambi hingga akhir tahun 2019 mencapai 74.806 orang atau 4,19 % dari total angkatan kerja di daerah itu sekitar 1,8 juta orang.

“Jumlah pengangguran di Jambi ini meningkat 5.892 orang atau 9% dibanding jumlah pengangguran di Jambi tahun 2018 sekitar 68.914 orang. Meningkatnya angka pengangguran ini dipengaruhi pembukaan lapangan kerja baru yang masih relatif kurang,” katanya.

Dijelaskan, salah satu penopang utama ekonomi Jambi yang bisa diandalkan meningkatkan lapangan kerja, yaitu perkebunan kelapa sawit. Untuk itu pembangunan industri perkebunan kelapa sawit perlu ditingkatkan di masa mendatang, termasuk industri hilir kebun sawit.

Pengalaman beberapa tahun ini membuktikan, perkebunan kelapa sawit menjadi penopang utama kemajuan ekonomi Jambi. Pertumbuhan ekonomi Jambi yang meningkat dari 4,7 % tahun 2018 menjadi 4,8 % tahun 2019 lebih banyak dipengaruhi hasil perkebunan kelapa sawit.

“Karena itu industri perkebunan kelapa sawit perlu ditingkatkan untuk mengatasi pengangguran di Jambi. Peningkatan industri pengolahan hasil-hasil peerkebunan kelapa sawit di Jambi akan mampu memnuka lapangan kerja baru,” pungkas Fachrori Umar.



Sumber: Suara Pembaruan