Pemprov Jateng Berangkatkan 100 Personel Bantu Banjir Jabodetabek

Pemprov Jateng Berangkatkan 100 Personel Bantu Banjir Jabodetabek
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (kiri), relawan bencana banjir dari Jateng ke DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, di halaman Kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Senin, 6 Januari 2019. (Foto: Beritasatu Photo / Stefy Thenu)
Stefy Thenu / JAS Senin, 6 Januari 2020 | 09:48 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberangkatkan sebanyak 100 personel gabungan untuk membantu penanganan bencana banjir yang melanda Jakarta dan Jawa Barat.

"Kemarin kita sudah mengirimkan logistik, hari ini, kami kirimkan personel dengan harapan mereka dapat membantu menyelesaikan hal-hal yang ada di lokasi banjir itu. Mereka orang-orang hebat dan terlatih, pasti bisa mendayagunakan kemampuannya di lokasi bencana," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, usai menggelar apel pagi bersama di halaman kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Kota Semarang, Senin (6/1/2020).

Tidak hanya dari BPBD Jateng, personel gabungan itu juga terdiri dari BPBD Kabupaten/Kota, PMI, Tagana, relawan NU, Muhammadiyah dan lain sebagainya.

Para personel tersebut akan ditugaskan di Jakarta dan Jabar selama seminggu. Namun apabila masih dibutuhkan, maka bisa diperpanjang.

"Mereka akan di sana selama seminggu, sambil kita evaluasi apakah harus diperpanjang atau tidak. Nanti akan terus kami komunikasikan," tegasnya.

Ganjar menegaskan, pengiriman bantuan baik logistik dan personel ke Jakarta hanya sebatas misi kemanusiaan. Menurut Ganjar, saat Jateng dilanda bencana longsor besar di Banjarnegara beberapa tahun lalu, bantuan dari seluruh Indonesia juga mengalir.

"Bencana ini mengasah kepekaan dan kesolidan kita bersama. Semoga, kemarahan rakyat dapat kita reduksi dengan pengiriman bantuan ini. Sehingga akan mengurangi orang mencaci, memaki atau mem-bully. Mari kita saling tolong menolong sebagai anak bangsa," tegasnya.

Kepada para personel yang berangkat, Ganjar berpesan agar dapat menjaga nama baik Jawa Tengah. Para personel dilarang merepotkan pihak Jakarta dan Jabar dan harus siap lahir batin.

"Saya percaya Anda semua adalah orang yang terlatih. Segera membantu, jangan lupa laporkan perkembangan secara rutin. Ini tidak hanya cerita menolong, namun akan menjadi ibadah Anda semuanya," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Jateng, Sudaryanto menerangkan, 100 orang personel nantinya akan dibagi menjadi dua. Sebanyak 50 personel akan diperbantukan ke Jakarta, 50 sisanya ke Jawa Barat.

"Tidak menutup kemungkinan nanti mereka akan dipindahkan ke lokasi lain apabila memang dibutuhkan. Misalnya saat Jakarta sudah selesai, maka tim Jakarta akan dipindahkan untuk membantu yang ada di Jabar," ucapnya.

Salah satu relawan dari Muhammadiyah, Fani Istiani mengatakan sangat senang dapat dikirimkan menjadi relawan bencana di Jakarta. Sebab menurutnya, sejak kecil ia dididik untuk memiliki jiwa kepedulian antarsesama.

"Seluruh daya upaya harus kita lakukan untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Jadi, ini sebagai cara saya mengasah kepedulian dan memberdayakan diri untuk umat," kata dia. 



Sumber: Suara Pembaruan