Korban Meninggal Banjir Bandang Lebak Jadi 10 Orang

Korban Meninggal Banjir Bandang Lebak Jadi 10 Orang
Sejumlah warga mengungsi di tempat yang lebih aman dari pergerakan longsor di Kampung Muhara, Lebak, Banten, Sabtu (4/1/2020). ( Foto: Antara Foto / Muhammad Bagus Khoirunas )
Laurens Dami / YUD Minggu, 5 Januari 2020 | 20:00 WIB

Lebak, Beritasatu.com - Banjir bandang yang menerjang enam kecamatan di wilayah Kabupaten Lebak akibat meluapnya Sungai Ciberang dan Cidurian, tidak hanya menimbulkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga jatuhnya korban jiwa.

Tercatat, sebanyak 10 orang meninggal dunia akibat terseret banjir bandang dan tertimbun tanah longsor. Sedang satu orang lainnya masih dinyatakan hilang atas nama Rizki (8).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, enam kecamatan yang terkena banjir tersebut yakni Kecamatan Sajira, Kecamatan Cipanas, Kecamatan Lebakgedong, Kecamatan Curugbitung, Kecamatan Maja dan Kecamatan Cimarga.

Berdasarkan data yang diterima SP, Minggu (5/1/2020), BPBD Lebak telah mencatat untuk sementara jumlah rumah warga yang rusak berat sebanyak 1.246 unit, rusak ringan sebanyak 520 unit dan rumah yang terendam sebanyak 1.226 unit.

Jumlah warga yang terdampak banjir bandang di Lebak, yang dievakuasi ke tempat pengungsian terus bertambah. Saat ini jumlah pengungsi sudah mencapai 4.368 jiwa.

Untuk menampung pengungsi sebanyak itu, sebanyak 7 posko telah dibangun yakni posko di Gedung PGRI, Kecamatan Sajira; posko pengungsi di Kampung Nangela, Desa Calung Bungur, Kecamatan Sajira; posko pengungsi di Desa Bungur Mekar, Kecamatan Sajira; posko pengungsi di Kampung Kadu Luhur, Desa Tambak, Kecamatan Cimarga; posko pengungsi di Kantor Kecamatan Cipanas; dan posko pengungsi di Gedung Serba Guna Banjaririgasi, Kecamatan Lebakgedong.

Sementara terkait infrastruktur yang rusak berat yakni jembatan baik permanen maupun non permanen sebanyak 28 unit. Selain itu sebanyak 2 ruas jalan yang amblas atau terputus.

“Ada tiga sekolah yang hanyut dan rusak berat yakni SMPN 4 Lebakgedong, SDN 1 dan SDN 2 Banjar Irigasi, Lebakgedong. Bahkan ada sekolah yang gedungnya terbawa arus banjir bandang,” ujar Kepala BPBD Lebak Kafrawi.



Sumber: Suara Pembaruan