Pemerintah Aceh: Realisasi APBA 2019 Capai 90,4 %

Pemerintah Aceh: Realisasi APBA 2019 Capai 90,4 %
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Wiratmadinata usai mengikuti Rapat Pimpinan (Rapim) perdana di tahun 2020 yang berlangsung di Kantor Gubernur Aceh, Kamis 2 Januari 2020. ( Foto: Pemprov Aceh )
Jayanty Nada Shofa / JNS Kamis, 2 Januari 2020 | 19:26 WIB

BANDA ACEH, Beritasatu.com - Realisasi Anggaran Pendapatan Banda Aceh (APBA) 2019 tercatat sebesar 90,4 persen (Rp 15.655 triliun) dari target sebesar Rp 17.328 triliun.

Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyampaikan apresiasi sekaligus mengevaluasi Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) yang dinyatakan masih rendah pencapaiannya. Memasuki tahun baru, percepatan pengeluaran APBA 2020 dan perencanaan untuk tahun 2021 juga kian ditekankan.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Pemerintah Aceh, Wiratmadinata, usai mengikuti Rapat Pimpinan (Rapim) perdana di tahun 2020 yang berlangsung di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (2/1/2020).

Wira mengatakan APBA 2019 adalah yang terbesar dalam sejarah Aceh selama sepuluh tahun terakhir, bahkan dibandingkan dengan APBA 2020 yang hanya Rp 17.279 triliun.

"Capaian tahun 2019 juga lebih tinggi dari 2018 yang hanya 81,8 persen (Rp 12.388 triliun) dari Rp. 15.084 triliun. Namun, realisasi tahun 2019 selisihnya lebih kurang dua persen dari APBA 2017 yaitu 93 persen (Rp 13.878 triliun) dari total APBA 2017 sebesar Rp 14.912 triliun," ujar Wira.

Bersisakan Rp 1.633 triliun (9,6 persen), terdapat beberapa kegiatan yang tidak terlaksana seperti pembangunan rumah duafa Baitul Mal dikarenakan tidak cukup waktu.

"Kalau kita paksakan di tahun 2019 (dan kemudian) gagal, kita tidak bisa lagi membangun di tahun berikutnya," ujarnya.

Adapun APBA 2020 meliputi pembangunan rumah duafa yang tertunda ini setelah dilaksanakannya perubahan qanun mengenai Baitul Mal. Pada tahun ini, Aceh juga mendapatkan insentif daerah sebesar Rp 10 miliar untuk pertama kalinya.

"Ini awal yang baik bagi Aceh," kata Wira mengutip pernyataan Plt. Gubernur Aceh.

Wira juga menambahkan, dari hasil perhitungan, hanya 0,11 persen kontrak yang diputuskan yakni sebesar Rp 19,833 miliar.

Adapun rencana percepatan pengeluaran APBA 2020 I meliputi percepatan lelang di mana hingga Kamis (2/1/2019), sudah terdapat 198 pkt dari 1.696 pkt dari 14 SKPA.

Agar berjalan lancar, SKPA juga diharapkan agar bekerja berdasarkan komitmen yang sudah disepakati.

Pemerintah Aceh juga menargetkan persiapan APBA 2021 yang berkualitas dengan terbitnya Permendagri 90/2019 dengan menu tingkatan kewenangan pemerintah dan SIPD yang akan disentralkan oleh Pemerintah Pusat atau Departemen Dalam Negeri.

“Bappeda juga diminta melakukan sosialisasi Permendagri 90/2019 tentang Kodefikasi dan Klasifikasi ke semua pihak. Segera laksanakan Pramusrenbang agar usulan sesuai menu," tambah Wira.

Di tahun yang sama, 12 ruas jalan provinsi seperti Jantho-Lamno dan Galus Lokop yang sudah dimulai namun terhambat karena minimnya dana akan diprioritaskan. Selain ruas jalan MYC, anggaran 2021 juga diteruskan untuk rumah sakit regional.

Wira mengatakan, setiap SKPA juga setidaknya harus memiliki satu kegiatan untuk penurunan angka kemiskinan.



Sumber: PR