Mantan Bupati Morowali Dua Periode Putuskan Maju Pilgub Sulteng

Mantan Bupati Morowali Dua Periode Putuskan Maju Pilgub Sulteng
Bupati Morowali dan ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah Anwar Hafid ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / MPA Senin, 23 Desember 2019 | 15:25 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Keberhasilan pembangunan di daerah membutuhkan langkah proaktif kepala daerah dan seluruh jajaran dinas. Pemimpin daerah sepatutnya tidak berdiam diri untuk menunggu datangnya investasi.

“Sebagai kepala daerah, saya tidak diam menunggu. Tapi mengetuk pintu, door-to door (pintu ke pintu), mencari dan mendatangi investor. Membujuk mereka datang ke Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng),” kata mantan Bupati Morowali Anwar Hafid.

Hal itu disampaikan Anwar dalam keterangan seperti diterima Beritasatu.com, Senin (23/12/2019). “Saya juga minta semua kepala dinas aktif membantu, mempermudah. Jangan ada yang menghambat,” ujar Anwar.

Menurut Anwar, birokrasi yang proaktif, tanggap, dan bertindak cepat merupakan modal penting untuk kemajuan satu daerah. Terbukti, upaya-upaya itu mampu meningkatkan kesejahteraan warga Morowali secara umum.

Mulai dari fasilitas pendidikan gratis hingga SMA-SMK, hingga pelayanan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat. Anwar menambahkan, kepala daerah juga harus jeli melihat peluang di depan. Secara khusus yaitu terkait arah prioritas pembangunan nasional.

Anwar menjelaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki lima agenda pembangunan. Pertama, melanjutkan pembangunan insfrastruktur. Kedua, peningkatan sumber daya manusia. Ketiga, mereformasi birokrasi. Keempat, pembehanan regulasi. Kelima, transformasi ekonomi.

Anwar mengatakan, Sulteng memiliki modal besar untuk maju dan makmur. Anwar menegaskan, Sulteng membutuhkan kepala daerah sebagai motor penggerak. Pemimpin yang memiliki rekam jejak mumpuni dan bertindak cepat.

“Dengan pengalaman menjadi wakil rakyat mewakili Sulawesi Tengah di DPR Pusat, dan bupati Morowali dua periode, saya makin menyadari banyaknya peluang yang tersedia untuk ikut memakmurkan Sulawesi Tengah,” ungkap Anwar.

Pada Minggu (22/12/2019), bertepatan dengan momentum Hari Ibu, Anwar mengadakan silaturahmi dan tasyakuran bersama ribuan warga di Bungku, Morowali. Anwar menyampaikan keputusannya untuk mengikuti Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Sulteng.

“Sebelumnya, saya sampaikan bahwa saya tidak maju kalau Pak Ahmad Ali maju. Saya sudah bertemu beliau, dan beliau mengatakan tidak maju, maka Bismillah saya maju,” ungkap Anwar. Sekadar diketahui, Ahmad Ali merupakan wakil ketua umum Nasdem dan Ketua Fraksi Nasdem di DPR.

Anwar memohon doa restu dari warga Morowali untuk maju sebagai salah satu calon gubernur Sulteng. Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Sulteng itu menambahkan, PD memiliki empat kursi di DPRD Sulteng.

Anwar mengaku telah mendaftar pencalonan di Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Sebab, Gerindra mempunyai enam kursi, sedangkan PAN dua kursi. Syarat dukungan agar dapat mengikuti Pilgub yaitu sembilan kursi dari 45 kursi DPRD.

Sebelum menjadi bupati dan anggota DPR, Anwar Hafid merupakan sosok pamong dengan karir yang lengkap. Pria kelahiran Wosu, Bungku Barat, Morowali, Sulteng Tengah, 14 Agustus 1969, pernah menjabat kepala desa Rante Balla, Luwu.

Anwar juga tercatat dua kali menjabat camat. Masing-masing di Towuti, Luwu Utara, dan Nuha, Luwu Timur. Kursi kepala bagian pemerintahan dan Asisten I Luwu Timur pun sempat didudukinya. Suami Sry Nirwanti Bahasoan ini juga sosok dengan pendidikan lengkap.

Menempuh pendidikan SLTA di SMA 1 Poso, kemudian melanjutkan ke Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Makassar, Sulawesi Selatan. Gelar S1, diperoleh Anwar dari Universitas Hasanudin, Makassar.

Anwar mengambil jurusan ilmu sosial dan politik. Anwar pun lulusan S2 jurusan ilmu pemerintahan Universitas Muslim Indonesia, Makassar. Anwar Hafid saat ini sedang menyelesaikan program doktoralnya di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Bandung



Sumber: Suara Pembaruan