APPSI Minta Pemkot Surabaya Perhatikan Pedagang Pasar

APPSI Minta Pemkot Surabaya Perhatikan Pedagang Pasar
Ketua Umum APPSI Ferry Juliantono bersama sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya meninjau Pasar Tunjungan & Pasar Gunung Anyar, Jakarta Utara pada Minggu (22/12/2019). (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Carlos Roy Fajarta / FER Minggu, 22 Desember 2019 | 21:58 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) meminta pemerintah kota (Pemkot) Surabaya untuk lebih memperhatikan penataan sejumlah pasar tradisional di wilayah Surabaya.

APPSI Tolak Lokasi Pasar Modern Dekat dengan Pasar Tradisional

Ketua Umum APPSI, Ferry Juliantono, menyebutkan, pihaknya mendapatkan aspirasi dari sejumlah pedagang pasar yang merasa tidak diperhatikan meskipun sudah lama membangun usaha dan memenuhi kewajiban kepada pengelola pasar.

"Pedagang meminta agar Pemerintah Kota Surabaya dapat lebih memperhatikan pasar tradisional. Karena ada sejumlah pasar yang kini dalam kondisi memprihatinkan, satu di antaranya Pasar Tunjungan," ujar Ferry, saat berkunjung di Pasar Tunjungan bersama anggota DPRD Surabaya, Minggu (22/12/2019).

Ferry menyebutkan, beberapa masalah yang dirasakan pedagang seperti di pasar Tunjungan yang sudah lama terbengkalai tidak sejalan dengan kebijakan retribusi yang tetap ditarik dari para pedagang.

Surabaya Deklarasikan Gerakan Mendongeng

"Berbeda dengan Pasar Tunjungan, Pasar Gunung Anyar dalam kondisi yang baik. Oleh karena itu, Pasar Gunung Anyar harus dijadikan sebagai pasar percontohan. Kami mendukung Wali Kota Surabaya untuk melakukan renovasi pasar Tunjungan ini," tambah Ferry.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Surabaya, AH Toni mendukung usulan APPSI dan berharap agar Pemkot Surabaya dapat memprioritaskan revitalisasi pasar tradisional.

"Keberadaan pasar tradisional sangat penting bagi masyarakat, pasar menjadi pusat ekonomi rakyat yang harus terus dikembangkan. Karena itu, penataan pasar tradisional sangat penting," ujar AH Toni .



Sumber: Suara Pembaruan