ISEI Yogyakarta Dorong Pengembangan UKM dan Ekonomi Kreatif

ISEI Yogyakarta Dorong Pengembangan UKM dan Ekonomi Kreatif
Peserta acara “Ngobrol Santai” ISEI Yogyakarta berfoto bersama setelah acara yang digelar di Resto Joglo Arista, Bantul, DI Yogyakarta, Jumat, 20 Desember 2019. ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Minggu, 22 Desember 2019 | 21:08 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif harus menjadi perhatian semua pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, asosiasi pengusaha dan profesi, akademisi, komunitas terkait, serta media massa. Oleh karena itu, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) cabang Yogyakarta terus mendorong pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif.

Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (22/12/2019), keinginan ISEI Yogya untuk ikut mengembangkan UMKM dan ekraf itu mengemuka dalam acaa “Ngobrol Santai ISEI Yogya”. Acara itu digelar di restoran Joglo Arista, Bantul, Yogyakarta, Jumat (20/12/2019).

Narasumber dalam acara itu adalah Ahmad Ma’ruf (FEB UMY), Aristini Sriyatun (Dirut PD Bank Pasar Bantul), Purnawan Hadianto (FB UKDW), dan Y Sri Susilo (FBE UAJY). Bertindak selaku moderator Amiluhur Soeroso (STIPRAM) serta dihadiri juga 10 pengurus ISEI cabang Yogyakarta.

“ISEI sebagai organisasi profesi berupaya memberikan andil pemikiran dalam bentuk kegiatan berupa riset, seminar, dan diskusi,” kata Y Sri Susilo yang juga Sekretaris ISEI cabang Yogyakarta.

Di sisi lain, pengembangan UMKM berbasis ekraf memerlukan sinergi di antara pelaku usaha sendiri. “Sinergi tersebut dapat dilakukan dengan bekerja sama atau berkoperasi dalam berusaha,” ujar Y Sri Susilo.

Dikatakan, sinergi dapat diwujudkan bekerja sama dalam pembelian bahan baku dan penjualan produk. Sinergi juga dapat diperluas lewat kerja sama soal pemasok (keterkaitan ke belakang) dan pembeli produk (keterkaitan ke depan).

Sementara, Ahmad Ma'ruf mengatakan, dalam pengembangan UMKM dan ekraf pada umumnya ada empat masalah utama yang kerap dihadapi. Permasalahan itu adalah permodalan, produksi, pemasaran, dan organisasi, termasuk sumber daya manusia (SDM).

“Dengan demikian UMKM dan ekraf tidak hanya membutuhkan akses ke sumber permodalan dan pelatihan, namun juga pendampingan,” kata Ahmad Ma’ruf.

Pihak perbankan di daerah juga peduli berperan serta dalam pengembangan UMKM dan ekraf. “Wujud kepedulian terutama dalam hal permodalan,” kata Dirut PD Bank Pasar Bantul, Aristini Sriyatun. Dikatakan, Bank Bantul telah menyalurkan Kredit Projo (Pinjaman Produktif dan Terjangkau) bagi pelaku UMKM dan ekraf.

Acara “Ngobrol Santai” diakhiri dengan minum kopi dan makan malam bersama. Menu utama yang tersedia adalah Bakmi Jawa serta Bakmi Lethek, yang merupakan menu andalan resto Joglo Arista.



Sumber: Suara Pembaruan