Yogya Tempat Nyaman Persembunyian Teroris

Yogya Tempat Nyaman Persembunyian Teroris
Ilustrasi terduga teroris. ( Foto: Antara )
Fuska Sani Evani / JEM Jumat, 20 Desember 2019 | 12:51 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Kapolda DIY Irjen Pol Asep Suhendar mengakui aparat Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menangkap tiga terduga teroris di wilayah kerjanya.

“Dalam sehari, aparat Densus memang mengamankan tiga orang tersangka pelaku teror dan menggeledah di kediaman para tersangka,” kata Asep, seusai serah terima jabatan Kapolda DIY, Kamis (19/12/2019) di Yogyakarta.

Dua orang diamankan di Kota Yogya yakni FA dan IB. Kemudian MZ (58), ditangkap di Sleman. Penangkapan dilakukan Rabu (18/12). “Penangkapan sepenuhnya kewenangan Densus 88. Polda DIY hanya back up saja," ujar Asep.

Sedangkan Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. “Waspada kepada pendatang baru di lingkungan. Apakah ada data pindah domisili atau pindah sementara. Misal ada pendatang yang tidak melaporkan diri, maka perangkat lingkungan yang harus kerja," tegasnya.

Terpisah, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, Yogyakarta menjadi tempat yang tenang dan aman bagi persembunyian pelaku teror, sehingga masyarakat perlu memiliki kesadaran untuk melaporkan keberadaan orang asing.

“Bagi saya, penangkapan-penangkapan teroris di Yogya itu ibarat ada api dalam sekam. Yogya yang nyaman dan aman, juga jadi tempat sembunyi yang nyaman,” kata Sultan di Kepatihan, Kamis.

Sultan juga mengisyaratkan bahwa kondisi itu didukung oleh perubahan karakter masyarakat Yogya yang mulai tak acuh dengan lingkungannya. Masyarakat lengah dan masa bodoh dengan keberadaan orang asing.

“Sekarang terbalik, lurah yang mendatangi warga karena ada orang baru. Bukan masyarakatnya. Padahal, deteksi lebih awal pada pendatang adalah yang punya kos dan pendatang itu belum tentu mahasiswa,” kata Sultan.

Sultan mengatakan Jogoboyo diperlukan dalam situasi seperti ini. Dalam struktur perangkat desa di Jawa pada zaman dahulu, Jogoboyo bertugas menjafa keamanan dan ketertiban desa.

“Makanya Jogoboyo fungsinya di situ, tetapi kami belum sampai memberikan kelengkapan dan pelatihan, yang penting terkonsolidasi dulu, semoga saja hal seperti ini bisa kita deteksi lebih awal,” ujarnya.

Sultan meminta masyarakat agar tidak acuh terhadap persoalan tersebut.



Sumber: Suara Pembaruan