BANI: Arbitrase Pilihan untuk Selesaikan Sengketa secara Damai

BANI: Arbitrase Pilihan untuk Selesaikan Sengketa secara Damai
Arbiter senior Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) Nindyo Pramono (kiri) dan Ketua Iarbi, Agus G Kartasasmita saat memaparkan materi mengenai prinsip ex aequo et bono dalam acara di Balai Kartini, Kamis (16/12/2019). (Foto: istimewa)
Bernadus Wijayaka / BW Senin, 16 Desember 2019 | 15:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Arbiter Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) Jafar Sidik mengatakan, dengan ex aequo et bono dalam putusan arbitrase, maka akan menguatkan arbitrase sebagai salah satu pilihan penyelesaian sengketa untuk menuju perdamaian.

"Hal itu karena dapat menghasilkan penyelesaian yang damai dan win-win solution. Hal ini juga salah satu cara untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan para arbiter itu sendiri," tutup Jafar Sidik dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/12/209).

Sebelumnya, dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) ketujuh, Institut Arbiter Indonesia (Iarbi) menyelenggarakan diskusi bertajuk Asas Ex Aequo Et Bono Dalam Putusan Arbitrase.

Putusan berdasarkan ex aequo et bono merupakan putusan yang mempertimbangkan prinsip-prinsip keadilan dan kepatutan. “Pada dasarnya, pihak yang bersengketa dapat mengadakan perjanjian dalam menentukan perkara akan diputus berdasarkan ketentuan hukum atau berdasarkan keadilan dan kepatutan,” tutur arbiter senior BANI Nindyo Pramono.

Nindyo menjelaskan, arbiter diberi kebebasan untuk dapat memilih putusan yang digunakan. “Dalam hal memperoleh kewenangan, para arbiter dapat memberikan putusan ex aequo et bono yang dapat mengesampingkan peraturan perundangan, kecuali pada ketentuan hukum bersifat memaksa. Jika arbiter tidak diberi wewenang untuk memberikan putusan berdasarkan keadilan dan kepatutan, maka arbiter hanya dapat memberi putusan berdasar kaidah hukum materiil seperti yang dilakukan oleh hakim,” papar Nindyo.

Putusan ex aequo et bono tertera dalam Pasal 56 ayat (1) Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, yaitu arbiter atau majelis arbitrase dapat mengambil putusan berdasarkan ketentuan hukum, atau berdasarkan keadilan dan kepatutan.



Sumber: Suara Pembaruan