Polisi yang Ditembak Usai Salat Jumat Naik Pangkat

Polisi yang Ditembak Usai Salat Jumat Naik Pangkat
Upacara pemakaman Bhayangkara Kepala (Bharaka) Anumerta Muhamad Saepul Muhdori. ( Foto: dok )
Farouk Arnaz / YUD Minggu, 15 Desember 2019 | 12:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polri meningkatkan pangkat Muhamad Saepul Muhdori setingkat lebih tinggi. Anggota Brimob Polda Sulteng yang gugur ditembak terduga teroris itu kini berpangkat Bhayangkara Kepala (Bharaka) Anumerta.

Mendiang yang gugur ditembak oleh jaringan teror Mujahidin Indonesia Timur (MIT) itu telah dikebumikan di tanah kelahirannya di Pandeglang, Banten, Sabtu (14/12/2019).

“Upacara pemberangkatan jenazah dipimpin Irup Kapolres Pandeglang AKBP Sofwan Hermanto. Ini sebagai penghargaan mendiang gugur dalam tugas,” kata Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal melalui keterangan, Minggu (15/12/2019).

Hadir dalam upacara pemberangkatan jenazah adalah Kombes Reeza Haribudi (Danmen I Pelopor Korbrimob Polri) beserta Wadanmen, Danyon, dan pasukan Brimob Mabes Polri.

Mendiang dimakamkan di TPU Puluku Banyumundu, Kaduhejo, Pandeglang dengan upacara yang dipimpin Kombes Reeza. Juga ada sesi pasukan pasang sangkur dan tembakan salvo ke atas sebagai bentuk penghormatan terakhir pada almarhum.

“Polri turut berduka dan berbela sungkawa atas gugurnya Bhayangkara negara ini,” tambah Iqbal.

Seperti diberitakan kejadian ini di Desa Salubanga, Sausu, Parigi Mautong, Sulawesi Tengah. Korban adalah anggota OperasiTinombala IV. Saat itu korban usai menunaikan salat jumat di musala desa setempat.

Penembakan terjadi tepatnya sekitar 50 meter dari Pos Sekat Alfa 16. Ada lima DPO MIT Poso menyerang anggota dan warga yang selesai salat. Setelah menyerang kelima orang ini berpencar dengan berlari.

Tiga orang ke arah SD Salubanga dan dua orang ke arah belakang musala. Pelaku juga sempat menyandera warga serta anggota pos sekat yang pulang dari sholat jumat namun anggota pos sekat sempat melarikan diri.

Sebelumnya masa operasi Tinombala diperpanjang mulai tanggal 4 Oktober 2019 hingga tanggal 31 Desember 2019. Operasi ini digelar pertamakali pada 10 Januari 2016.

Pada tanggal 18 Juli 2016 pimpinan MIT bernama Santoso alias Abu Wardah tewas ditembak oleh Satgas Tinombala. Kini MIT dipimpin Ali Kalora dan masih menjadi ancaman.



Sumber: BeritaSatu.com