Turun Gunung, Teroris MIT Tembak Polisi Usai Salat

Turun Gunung, Teroris MIT Tembak Polisi Usai Salat
Sejumlah prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Operasi Tinombala menyusuri jalan setapak dalam hutan untuk memburu kelompok Santoso di Desa Sedoa, Lore Utara, Poso, Sulawesi Tengah, Kamis 24 Maret 2016. ( Foto: Antara )
Farouk Arnaz / CAH Jumat, 13 Desember 2019 | 20:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com — Jaringan teror Mujahidin Indonesia Timur (MIT) tambah berani. Mereka tak hanya bersembunyi namun kini turun gunung menyerang anggota Satgas Tinombala di Desa Salubanga, Sausu, Parigi Mautong, Sulawesi Tengah, Jumat (13/12/2019). 

Korban bernama Bharatu Muhamad Saepul Muhdori anggota Brimob Sulteng yang dikabarkan tewas.

“Korban anggota Operasi Tinombala IV. Saat itu usai salat jumat di musala desa setempat. Tepatnya sekitar 50 meter dari Pos Sekat Alfa 16. Ada lima DPO MIT Poso menyerang anggota dan warga yang selesai salat,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Argo Yuwono di Mabes Polri Jumat (13/12/2019).

Setelah menyerang kelma orang ini berpencar dengan berlari. Tiga orang ke arah SD Salubanga dan dua orang ke arah belakang mushola.

“Selanjutnya bebeapa menit kemudian kembali terjadi penyerangan dengan menembak ke arah Pos Sekat Alfa 16 dan sempat menyandera warga serta anggota pos sekat yang pulang dari salat Jumat namun anggota pos sekat sempat melarikan diri,” sambungnya.

Sekitar pukul 13.30 Wita satu regu dari pasukan kejar yang di pimpin oleh Danki Kejar Ipda Richar telah menuju lokasi kejadian untuk memberikan bantuan dikarenakan Pos Sekat Salubanga saat ini terus memanggil untuk meminta bantuan melalui HT.

Sebelumnya masa operasi ini diperpanjang mulai tanggal 4 Oktober 2019 hingga tanggal 31 Desember 2019.

Operasi ini digelar pertamakali pada 10 Januari 2016. Pada tanggal 18 Juli 2016, pimpinan MIT bernama Santoso alias Abu Wardah tewas ditembak oleh Satgas Tinombala. Kini MIT dipimpin Ali Kalora dan masih menjadi ancaman.



Sumber: BeritaSatu.com