Dua Orang Terduga Terlibat Pembunuhan Mahasiswi Unib Diciduk

Dua Orang Terduga Terlibat Pembunuhan Mahasiswi Unib Diciduk
Ilustrasi ( Foto: Istimewa )
Usmin / CAH Rabu, 11 Desember 2019 | 07:32 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Kepolisian Resor (Polres) Bengkulu mengamankan dua orang laki-laki yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan mahasiswa semester 5 Fakultas Ekonomi, Universitas Bengkulu (Unib) atas nama Wina Mardiani yang mayatnya ditemukan terkubur di belakang rumah indekosnya pada Minggu (8/12/2019) lalu. 

Dua orang laki-laki tersebut, diamankan polisi berserta barang bukti sebuah motor scoopy milik korban Wina di Pondok kebun di kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Rajolelo, Kota Bengkulu, pada Selasa (10/12/2019).

Sedangan pelaku utama dari kasus pembunuhan mahasiswa Unib diduga penjaga indekos, saat ini masih dikejar pihak kepolisian setempat. Diduga PD (29), melarikan diri ke Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Sedangkan istri penjaga indekos tempat korban Wina Mardiani tinggal, MO yang diamankan polisi pada hari pertama setelah ditemukan korban Wina dalam keadaan tewas terkubur di belakang tempat indekosnya, sementara ini hanya wajib lapor saja.

"Ada 2 orang laki-laki kita amankan diduga mereka terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Bengkulu, AKP Indramawan Kusuma Trisna, di Bengkulu, Rabu (11/12).

Baca JugaMahasiswi Universitas Bengkulu Tewas, Polisi Periksa 18 Saksi

Ia mengatakan, dua orang laki-laki yang diamankan dan identitasnya masih dirahasikan itu, diduga terlibat dalam kasus pembunuhan mahasiswa Unib ini, karena dijadikan tempat penitipan motor milik korban.

Kedua orang laki-laki yang diamankan tersebut, saat ini masih menjalani pemeriksaan secara intensif di Mapolres Bengkulu. "Kita masih mengembangkan dan mendalami peran kedua laki-laki selain menjadi tempat penitipan, apakah terlibat dalam peran lain," ujarnya.

Selain melakukan pemeriksaan terhadap dua orang laki-laki tersebut, penyidik Polres Bengkulu juga telah meminta keterangan dari 18 orang saksi. "Dari keterangan para saksi dan dua orang laki-laki yang kita amankan tersebut, diharapkan motif pembunuhan segera terungkap dan pelaku utama segera diringkus," ujarnya.

Tim Inafis pada Selasa (10/12) kembali melakukan pemeriksaan ulang rumah indekos tempat korban Wina tinggal. Dari hasil penyidikan sementara mahasiswa Unib ini tidak hanya menjadi korban pembunuhan saja, tapi juga korban pencurian.

"Kita menduga selain menjadu korban pembunuhan, Wina juga korban dari pencurian. Tapi, untuk dugaan apakah korban menjadi korban masih kita lakukan penyelidikan," ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Bengkulu menambahkan, hasil autopsi terhadap almarhuma Wina Mardiani (20), diketahui meninggal karena lehernya dijerat menggunakan benang nilon oleh pelaku, dan tulang lidah patah.

"Pelaku dalam kasus ini akan dijerat pasal berlapis, karena tidak hanya kasus pembunuhan saja, tapi ada unsur coranmor dan kemungkinan ada dugaan asusila juga," ujarnya.

Penyidik Polres Bengkulu, saat ini masih mengintensifkan pemeriksaan terhadap dua orang yang diamankan tersebut, dan melakukan analisa keterangan dari sejumlah saksi agar motif pembunuhan ini segera terungkap dan pelaku utamanya berhasil dibekuk dalam waktu singkat.



Sumber: Suara Pembaruan