SKK Migas Targetkan Produksi Nasional 1 Juta Barel per Hari

SKK Migas Targetkan Produksi Nasional 1 Juta Barel per Hari
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto memaparkan rencana jangka panjang produksi nasional 1 juta barel per hari, Senin 9 November 2019. ( Foto: SKK Migas )
Jayanty Nada Shofa / JNS Selasa, 10 Desember 2019 | 15:56 WIB

BANDUNG, Beritasatu.com - SKK Migas kini menargetkan produksi nasional sebesar 1.000.000 barel per hari (bopd) pada rencana jangka panjangnya.

Namun, untuk mencapai angka ini, penyusunan strategi eksplorasi, eksploitasi dan cost recovery minyak dan gas bumi (migas) yang komprehensif dibutuhkan. Dengan ini, Forum Eksplorasi dan Produksi (EP) mengajak seluruh pemangku kepentingan industri hulu migas pada 9-11 Desember 2019 di Bandung.

Menurut Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, lima aspek transformasi patut dipertimbangkan dalam rencana jangka panjang ini. 

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menambahkan adanya lima aspek transformasi SKK Migas yang patut dipertimbangkan untuk rencana jangka panjang SKK Migas. Di antaranya adalah clear vision, smart organization, one door policy, commercialization dan digitalization

Adapun rencana jangka panjang produksi migas nasional ini adalah kelanjutan dari rapat kerja SKK Migas di bulan Januari yang fokus kepada empat pilar utama.

Di antaranya adalah memaksimalkan potensi reservoir dan produksi yang ada (maximizing existing) untuk menekan laju penurunan produksi baik dari sisi teknis subsurface, operasional maupun keekonomian.

Transformasi status resource menjadi reserve juga ditargetkan karena ditemukannya 1,7 miliar barel minyak dan 27 triliun kaki kubik (Tcf) yang belum dikembangkan.

Selain itu, implementasi kegiatan enhance oil recovery (EOR) secara full-field juga turut ditargetkan.

Peningkatan eksplorasi secara masif untuk giant discovery turut menjadi salah satu pilar agar dapat mencapai target produksi yang diinginkan.

Pada diskusi panel, SKK Migas sebagai pengawas dan pengendali kegiatan hulu migas nasional, bersama-sama dengan Pertamina yang akan memegang lebih dari 50 persen kontribusi produksi nasional, serta Dirjen Migas sebagai perwakilan pemerintah memaparkan strategi-strategi yang dibutuhkan.

Harapannya, pemerintah dapat mendukung melalui regulasi yang diperlukan untuk mempermudah investasi dan proses-proses dalam peningkatan produksi nasional.

Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Suardin, memaparkan mengenai identifikasi potensi pada masing-masing 4 pilar utama strategi untuk mendukung pencapaian produksi satu juta bopd di tahun 2031.

"Potensi Indonesia masih sangat besar. SKK Migas akan terus berupaya mengajak seluruh investor dan pemangku kepentingan industri hulu migas untuk bekerja sama. SKK Migas siap untuk mengawal investasi yang masuk," ujar Deputi Perencanaan SKK Migas.

Sementara itu, Kepala Divisi Perencanaan Eksploitasi SKK Migas Wahju Wibowo, selaku penanggung jawab acara Forum EP menyampaikan bahwa forum ini sangat penting untuk menyamakan pemahaman terkait tujuan jangka panjang tersebut.

"Harapannya, forum ini dapat menciptakan terobosan-terobosan baru dalam rangka pencapaian tujuan mulia tersebut,"ujar Wahju.

Kegiatan Forum EP juga memamerkan berbagai metode dan teknologi dalam upaya peningkatan cadangan dan produksi melalui booth pameran dari beberapa KKKS dan services company.



Sumber: PR