Mahasiswi Universitas Bengkulu Tewas, Polisi Periksa 18 Saksi

Mahasiswi Universitas Bengkulu Tewas, Polisi Periksa 18 Saksi
Ilustrasi jenazah. (Foto: Istimewa)
Usmin / LES Selasa, 10 Desember 2019 | 12:55 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Pihak Polres Bengkulu telah meminta keterangan dari 18 orang saksi terkait kasus tewasnya mahasiswi Universitas Bengkulu (Unib) Wina Mardiani (20). Mahasiswi semester V Fakultas Ekonomi Unib ini ditemukan tewas terkubur di belakang rumah indekos Pondok Reza di Jalan WR Supratman, Kota Bengkulu, pada Minggu (8/12) petang. Diketahui, ia telah menghilang selama empat hari, sejak Selasa (3/12) lalu.

“18 saksi yang diperiksa adalah pemilik kos, tetangga korban di indekosan, dan juga keluarga korban,” jelas Kasat Reskrim Polres Bengkulu, AKP Indramawan Kusuma Trisna, Senin (9/12/2019) petang.

Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari tempat kejadian perkara berupa cangkul, centong, sekop, dan barang lainnya diduga milik korban untuk dijadikan petunjuk guna mengungkap pelaku pembunuhan tersebut. "Kami akan bekerja keras dibantu Polda Bengkulu, untuk mengungkap kasus pembunuhan mahasiswa tersebut," ujar Indramawan.

Rektor Universitas Bengkulu (Unib) Ridwan Nurazi meminta aparat penegak hukum untuk menghukum pelaku pembunuh Wina Mardiani seberat-berat atas perbuatan keji yang dilakukan menghilangkan nyawa orang lain. Ia juga mengimbau para mahasiswa Unib yang tidak tinggal bersama orang tua, sebaiknya dalam mencari tempat indekos harus memperhatikan lingkungan sekitarnya aman.

"Pastikan dulu lingkungan sekitar tempat indekos aman. Jika tidak aman sebaiknya mencari tempat indekos yang benar-benar aman, dan nyaman sehingga keselamatan terjamin," ujar Ridwan saat melihat kondisi jenazah Wina di RS Bhayangkara, Kota Bengkulu, kemarin.

Pelajaran
Menurutnya, kasus pembunuhan Wina menjadi pelajaran berharga bagi mahasiswa mencari tempat pemodokan."Saya mengimbau mahasiswa Unib agar mencari indekos yang benar-benar aman, dan pemilik atau penjaganya benar-benar orang baik," ujarnya.

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah juga meminta pelaku pembunuh mahasiswa agar dijatuhi hukuman seberat-beratnya. Gubernur, selain melihat langsung jenazah Wina Mardiani, juga menyambangi keluarga korban yang berada di RS Bhayangkara, Kota Bengkulu. "Saya minta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut, dan mengejar pelaku yang diduga telah membunuh korban sampai dapat, serta sekaligus menghukum pelakunya setimpal dengan perbuatanya menghilangkan nyawa orang," ujarnya.

Jenazah Wina setelah menjalani autopsi di RS Bhayangkan, Senin sore dibawa pulang keluarga di kampung halamanya di Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko untuk dimakamkan di TPU desa setempat. "Sesuai permintaan keluarga, jenazah Wina kita bawa ke pulang ke Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko untuk dimakamkan di kampung halamanya. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu selama korban berada di Bengkulu," kata paman korban, Ery Zulhaya.



Sumber: Suara Pembaruan