Pilkada Serentak di Jateng

Pensiunan ASN, Petahana, Dosen, Purnawirawan, dan Advokat Ramaikan Bursa Pendaftaran

Pensiunan ASN, Petahana, Dosen, Purnawirawan, dan Advokat Ramaikan Bursa Pendaftaran
Lima dari enam balon bupati dan wakil bupati Sukoharjo, saat mengembalikan formulir di kantor DPD PDIP Jateng, Semarang, Minggu, 8 Desember 2091. ( Foto: Istimewa )
Stefi Thenu / JAS Senin, 9 Desember 2019 | 07:52 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Hingga Minggu (8/12/2019) tercatat sudah 40 nama sudah mengambil formulir pendaftaran bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati untuk Pilkada serentak di 21 kabupaten/kota di Jateng tahun depan, di Kantor DPD PDIP Jateng.

Pendaftaran sendiri dibuka sejak Jumat (6/12/2019) lalu dan ditutup pada Kamis (12/12/2019). Para pendaftar berasal dari beragam tokoh, mulai dari pensiunan ASN, petahana kepala daerah, dosen, hingga advokat. Ada pula purnawirawan, notaris, dan anggota dewan.

Gibran Rakabuming Raka yang menjadi balon Wali Kota Surakarta menurut rencana akan mengembalikan formulir pendaftaran pada hari terakhir.

Sementara itu, untuk balon bupati dan wakil bupati Sukoharjo yang mendaftar tercatat enam orang, yakni Purwadi (wakil Bupati Sukoharjo), yang menjadi balon Bupati Sukoharjo, Ignatius Indra Surya (pensiunan ASN) balon Bupati Sukoharjo, AAB Haryanto (pensiunan ASN) balon Wakil Bupati Sukoharjo, Puguh Sutarto, balon Wakil Bupati Sukoharjo, Sarmadi, balon Wakil Bupati Sukoharjo, dan Henry Indraguna (advokat).

Kepada pers, mereka mengaku langsung mendaftar ke DPD karena tahu pendaftaran lewat DPC sudah tutup.

"Saya tak tahu kapan dibuka, tahu-tahu sudah tutup, jadi sepertinya saya tak diberi kesempatan mendaftar ke DPC, padahal saya ini ketua PAC Mojolaban, makanya langsung mendaftar DPD saja," ujar Purwadi.

Henry Indraguna, advokat dari Jakarta mengaku sudah mendaftar ke DPP. "Ini saya datang ke sini untuk menyerahkan bukti pendaftaran saya," ujar Henry.

Kepada wartawan, para balon mengaku akan membangun Sukoharjo menjadi lebih baik dari sekarang, jika mereka kelak memimpin.

"Saya akan membangun Sukoharjo lebih maju dari sekarang. Menciptakan masyarakat yang makmur berkeadilan dan adil berkemakmuran," ujar Indra Surya.

Sedangkan Henry Indraguna menyatakan jika dirinya mendapat rekomendasi, akan memberantas korupsi yang banyak terjadi di birokrasi.

"Apa gunanya jadi pemimpin kalau tidak berani memberantas korupsi. Pemimpin masa depan juga harus paham dan menerapkan e-government," tegas Henry.

Henry mengaku dirinya siap ditempatkan partai di mana pun. "Saya mendaftar di Sukoharjo, tapi kalau saya dipercaya mendampingi Mas Gibran di Pilkada Solo, saya pasti akan siap menerimanya," tegasnya.



Sumber: Suara Pembaruan