Pertamina Dukung ASN Gunakan LPG Nonsubsidi

Pertamina Dukung ASN Gunakan LPG Nonsubsidi
Ilustrasi gas elpiji 3 kg (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A)
Stefi Thenu / JEM Senin, 2 Desember 2019 | 15:39 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) IV Wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta mendeklarasikan penggunaan LPG Nonsubsidi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintahan kabupaten Wonosobo.

“Program trade in LPG ini merupakan program yang sangat baik yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo. LPG 3 kg merupakan bahan bakar yang disubsidi oleh negara dan peruntukkannya hanya bagi masyarakat miskin, nelayan kecil dan petani,” ujar Sales Area Manager Pertamina wilayah Semarang, Nyoman Sumarjaya, Senin (2/12/2019).

Nyoman menjelaskan, program itu berhasil menukarkan sebanyak 107 tabung LPG 3 kg ke Bright Gas 5,5 kg di lingkungan ASN, dari target sebanyak 500 tabung LPG nonsubsidi.

Program trade in atau penukaran LPG subsidi ke nonsubsidi hasil deklarasi ini, kata Nyoman, rencananya akan diselenggarakan selama 1 bulan kedepan.

Nantinya, lembaga penyalur agen LPG nonsubsidi dari Pertamina akan berkeliling dan mendirikan booth penukaran di setiap kantor dinas.

“Bagi masyarakat umum, Pertamina juga akan mendirikan Pertamax Bright Corner yang ditempatkan di pusat keramaian dan rumah makan sebagai upaya edukasi penggunaan LPG nonsubsidi Bright Gas bagi masyarakat mampu. Kami menargetkan yang sama bagi masyarakat yaitu 500 tabung nantinya akan ditukarkan”, tambah Nyoman.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR IV, Anna Yudhiastuti, mengatakan Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) senantiasa akan mendukung secara penuh deklarasi yang dilakukan oleh para Pemerintah Daerah terkait penggunaan LPG Nonsubsidi Bright Gas.

"Selama ini, penggunaan LPG bersubsidi 3 kg banyak yang tidak tepat sasaran, dikarenakan penggunaannya juga dilakukan oleh masyarakat ekonomi mampu. Kami berharap, Pemerintah Daerah di Jawa Tengah menjadi salah satu tolok ukur masyarakat dalam mengedukasi penggunaan LPG nonsubsidi sehingga saudara-saudara kita yang kurang mampu serta petani dan nelayan kecil dapat menikmati subsidi melalui LPG 3 kg”, tutur Anna.

 



Sumber: Suara Pembaruan