Nadiem Minta Kepala Sekolah Ubah Cara Kepemimpinan

Nadiem Minta Kepala Sekolah Ubah Cara Kepemimpinan
Nadiem Makarim. (Foto: SP/Joanito De Saojoao)
Maria Fatima Bona / IDS Sabtu, 30 November 2019 | 11:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengimbau para kepala sekolah untuk mengubah pola pikir sebagai pemimpin di masa yang baru ini. Pasalnya, setiap perubahan terjadi begitu cepat sehingga sulit untuk memperdiksi semua jenis perubahan apa yang akan dihadapi.

Oleh karena itu, Nadiem meminta kepala sekolah dan pengawas sekolah untuk bisa mempersiapkan peserta didik memasuki dunia kerja agar dapat tumbuh dan meraih kesuksesan.

”Ini hal yang sangat rumit, ada beberapa hal yang saya enggak yakin dan ada beberapa hal yang saya yakin. Yang saya enggak yakin itu adalah seperti apa industri akan menjadi seperti apa. Saya enggak yakin seperti apa ekonomi kita. Itu bisa bermacam-macam permutasinya. Namun yang saya yakin adalah apa kompetensi-kompetensi yang akan paling berguna untuk perubahan apapun,” ujar Nadiem pada Simposium Internasional Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (29/11/2019)

Selanjutnya, Nadiem mendorong para guru untuk mengenali kompetensi apa yang harus dimiliki peserta didik sesuai kebutuhan saat ini yakni kemampuan 6C yang meliputi creativity, colaboration, communication, critical thinking, computation logic, dan compassion kepada sesama.

“Ini mungkin kompetensi-kompetensi yang terpenting yang harus kita bentuk, bukan hanya kepada murid-murid kita tapi kepada guru-guru kita dan juga pemimpin-pemimpin sistem pendidikan kita,” ujarnya.

Berkaca dari pengalamannya memimpin Gojek, ia mengajak para guru untuk memulai dengan perubahan paradigma. Pertama, para kepala sekolah harus lakukan perubahan dari penguasa atau regulator menjadi pelayan bagi bawahnya. Kedua, pentingnya komunikasi. Para kepala sekolah juga harus menyaring semua kebijakannya. Apabila hal tersebut tidak berdampak pada siswa, maka harus dihentikan dan diganti dengan cara lain.

Ketiga, kepemimpinan era sekarang ini harus dapat menciptakan lingkungan yang aman. Dalam hal ini, aman untuk bawahan menyampaikan gagasan, memberi masukan, hingga memberi kesempatan bawahan mencoba hal baru. Keempat, menjadi pemimpin lebih baik. Para pengawas datang kepada sekolah untuk menanyakan kepada sekolah tentang bagaimana melayani sehingga terbangun hubungan baik.

Kelima, menciptakan kondisi dalam kelas di mana pembelajaran terjadi. Nadiem menuturkan, saat ini aturan regulasi birokrasi sangat rumit dan memiliki aturan main yang berbeda-beda. Untuk itu, ia berharap para pengawas sekolah tidak melupakan apa yang berdampak pada pembelajaran siswa. Pasalnya, perubahan tidak dapat terjadi di ruang pertemuan kantor dinas pendidikan atau Kemdikbud, melainkan di dalam kelas.

Dia mengingatkan guru untuk selalu memberikan masukan saat dalam kelas, sedangkan kepala sekolah harus sering melakukan observasi dan memberikan masukan setiap mendapat ilmu baru. Sementara pengawas sekolah diharapkan duduk di dalam kelas untuk mengobservasi.



Sumber: Suara Pembaruan