Wapres Ajak Kadin Perbaiki Struktur Perekonomian Nasional

Wapres Ajak Kadin Perbaiki Struktur Perekonomian Nasional
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Novy Lumanauw / JAS Jumat, 29 November 2019 | 12:59 WIB

Nusa Dua - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin mengajak kalangan pelaku usaha tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk bersinergi positif dengan pemerintah memperbaiki struktur perekonomian nasional, yang cenderung kurang baik belakangan ini.

Selain pertumbuhan ekonomi yang cenderung melambat, Indonesia masih memiliki ketergantungan yang tinggi pada impor.

Pernyataan itu disampaikan Wapres saat berpidato pada peresmian pembukaan Rapimnas Kadin 2019 di Nusa Dua, Bali, pada Jumat (29/11/2019).

"Mari kita perbaiki struktur perekonomian Republik Indonesia. Impor harus dikurangi untuk memperkecil defisit perdagangan," kata Wapres.

Hadir pada kesempatan itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Erick Thohir, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan para pimpinan Kadin se-Indonesia.

Wapres mengungkapkan, pertumbuhan perekonomian nasional saat ini menghadapi tantangan cukup besar, di antaranya laju perekonomian nasional yang cenderung melambat, sebagai akibat dari ketidakpastian kondisi perekonomian global, perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang berkepanjangan, serta risiko geopolitik.

Selain itu, lanjut Wapres, kualitas sumber daya manusia (SDM) yang rendah. Berdasarkan data Bank Dunia, Indeks Modal Manusia, indikator kapasitas dan kualitas SDM suatu negara dalam membangun ekonomi, Indonesia termasuk dalam kelompok pendapatan rendah-menengah dan tertinggal dibandingkan Singapura, Korea Selatan, dan Jepang.

Angka kemiskinan, ketimpangan, dan pengangguran masih termasuk dalam kategori tinggi dan harus diturunkan. Struktur perekonomian Indonesia masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor.

"Angka ekspor harus ditingkatkan untuk memperkecil defisit neraca perdagangan dan perekonomian juga semakin membaik," kata Wapres.

Perkembangan teknologi digital dan internet telah mengubah cara berbisnis serta gaya hidup masyarakat. Oleh sebab itu, para pelaku usaha harus mampu beradaptasi memanfaatkan teknologi digital untuk menjalankan dan mengembangkan usahanya.

"Dalam menghadapi tantangan ekonomi, diperlukan sinergitas dan usaha bersama antara pemerintah, baik pemerintah pusat dan daerah serta Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, pelaku usaha dan industri untuk meningkatkan daya saing dan terciptanya kepastian berusaha yang lebih sehat," kata Wapres.

Pemerintah, lanjut Wapres, sedang berupaya untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif bagi perkembangan dunia usaha melalui penyerderhanaan regulasi yaitu omnibus law untuk mendukung kemudahan berusaha, penyederhanaan regulasi, dan penciptaan lapangan kerja.

"Kadin dapat memainkan peranannya melalui pemberdayaan dan pendampingan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar naik kelas. Pengembangan bisnis startup dan perluasan pemanfaatan teknologi digital e-commerce, supaya UMKM kita tidak terkena penyakit stunting, tidak kerdil terus. Harus tumbuh jadi besar," kata Wapres.

Selain itu, Kadin harus mampu berperan serta dalam meningkatkan kapasitas SDM sehingga tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri nasional. Hal ini dapat dilakukan melalui fasilitasi atau kerja sama dengan institusi pendidikan formal dan vokasi.

"Potensi ekonomi baru yang dikembangkan saat ini agar mampu berkontribusi pada perekonomian nasional," kata Wapres.



Sumber: Investor Daily