HYU Dinobatkan Jadi Ondofolo Besar Papua

HYU Dinobatkan Jadi Ondofolo Besar Papua
Hendrik Yance Udam ditahbiskan sebagai Anak Dobontoro dan mendapatkan gelar Ondofolo Besar. (Foto: Dok)
/ YUD Minggu, 24 November 2019 | 08:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tahun 2019 merupakan tahun yang berkesan dalam bagi Hendrik Yance Udam. Aktivis dan tokoh Papua yang menetap di Jakarta ini.

Ia sedang berjuang membangun persepsi akan pentingnya mencintai Indonesia bagi semua orang dengan berbagai perbedaan suku, agama dan budaya serta profesi demi keutuhan NKRI.

Hendrik Yance Udam (HYU) tidak sendirian, bersama kolega dan kelompok nasionalis lainnya membentuk Gerakan Rakyat Cinta (Gercin) Indonesia pada Agustus 2019 lalu, baru beranjak usia 4 bulan Gercin Indonesia tumbuh pesat membedah dan memberikan sumbangsih suara kepada bangsa akan keyakinan kembali mencintai negeri yang juga dicintainya, Indonesia.

Pria keriting asli Papua ini dipercaya menjadi nakhoda organisasi Gercin Indonesia, kerap kali diundang manjadi pembicara di organisasi masyarakat maupun lembaga pemerintah untuk menyampaikan hasrat kesatuan dan persatuan bangsa.

"Indonesia adalah sebuah anugerah bagi kita, ragam budaya, suku dan bahasa, dari negeri kita terbit cakrawala keindahan nusantara, dan dunia sudah mengakuinya, mengapa kita harus memecah belah semuanya ? Bukankah kita lahir dari ibu pertiwi ini, alangkah dangkalnya langkah-langkah untuk menghancurkan, kita harus bersatu jiwa terikat satu sama lain menjaga benteng pusaka yaitu NKRI, Jiwa ini adalah Pancasila Tak ada yang bisa mengubahnya," tutur HYU, Sabtu (23/11/2019).

Hendrik Yance Udam kelahiran Griminawa, Abepura, Jayapura sebab aktivitas yang penuh gelora kepada NKRI di Jakarta, suaranya bergema sampai tanah kelahiran, akhirnya ia mendapat perhatian penuh dari pemimpin adat tertinggi (Ondofolo) dan kepala adat masyarakat (Sosero) wilayah tanah Tabi distrik Waibu - Doyo lama Sentani, Jayapura.

HYU ditahbiskan sebagai Anak Dobontoro (Robonsolo) dan diberi gelar Ondofolo Besar atau disebut Panglima pada tanggal 8 November 2019. Sebagai Ondofolo Besar, HYU dipercayakan menjadi pengayom dan pembina masyarakat adat serta melindungi seluruh tanah Tabi secara umumnya.

DI tempat terpisah, Kepala suku wilayah adat Griminawa bagian dari wilayah adat Tabi Martinus Kasuai, menyampaikan bahwa prosesi pemberian gelar adat dari masyarakat adat suku Sentani kepada HYU sebagai putra terbaik masyarakat adat Griminawa merupakan hal yang langka di jaman sekarang.

"Maka untuk itu kami masyarakat adat Griminawa akan melakukan pesta adat dan syukuran ditempat asalnya ini, Kami akan mengundang semua suku yang ada di 7 wilayah adat di Papua dan Papua Barat yaitu wilayah adat Tabi, Lapago Meepago Saireri Anim Ha, Bomberai dan Domberai, dan semua suku suku yang ada di 7 wilayah adat tersebut untuk hadir dan menyaksikan syukuran atas pelantikan HYU sebagai Ondofolo di wilayah Dewan adat suku Sentani," kata Martinus Kausai, di Sentani, Sabtu, (23/11).

Saat ini sedang dibentuk panitia kecil untuk mempersiapkan acara adat tersebut. Akan dilibatkan suku-suku asli Papua yang di wilayah adat Griminawa provinsi, Karena peristiwa ini juga merupakan kearifan lokal dalam budaya di Papua yang harus dijaga dan dirawat secara bersama-sama.



Sumber: BeritaSatu.com