Angkie Akan Jadikan Indonesia Ramah Disabilitas

Angkie Akan Jadikan Indonesia Ramah Disabilitas
Angkie Yudistia ( Foto: Beritasatu TV )
Aichi Halik / AHL Jumat, 22 November 2019 | 19:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Angkie Yudistia adalah salah satu staf khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berasal dari kalangan milenial.

Dalam perkenalannya di depan media, Angkie yang berkebutuhan khusus, berjanji akan bekerja keras menjadikan Indonesia sebagai negara yang ramah disabilitas.

"Dengan menjadi staf khusus presiden mudah-mudahan saya bisa bekerja lebih baik dibantu dengan teman-teman yang hebat di sini, bantuan teman-teman wartawan dan masyarakat Indonesia menjadikan Indonesia lebih ramah disabilitas," kata Angkie di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Angkie mengatakan dirinya dipilih mewakili aspirasi 21 juta jiwa disabilitas di seluruh Indonesia.

"Sudah waktunya disabilitas bukan kelompok minoritas tapi kita dianggap setara membentuk lingkungan inklusif," ujar Angkie.

Dalam perkenalan para staf khusus Presiden, Jokowi menyebut Angkie merupakan sosok muda yang aktif di organisasi, termasuk organisasi internasional.

Jokowi kemudian mendapuk perempuan penyandang disabilitas tunarungu itu sebagai juru bicara presiden bidang sosial.

Angkie lahir di Medan pada 5 Mei 1987. Ia menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 2 Bogor. Putri pasangan Hadi Sanjoto dan Indiarty Kaharman ini melanjutkan pendidikan di London School of Public Relations Jakarta. Di kampus ini pula perempuan yang dikenal gemar menulis tersebut meraih gelar master pada 2010.

Pada 2011, Angkie menelurkan buku berjudul Perempuan Tunarungu Menembus Batas. Buku keduanya yang berjudul Setinggi Langit hadir di pasaran dua tahun kemudian. Pada 2019, Angkie kembali meluncurkan buku ketiga berjudul Become Rich as Sociopreneur.

Pada 2011, perempuan yang aktif berkegiatan di Yayasan Tunarungu Sehjira sejak 2009 itu kemudian mendirikan sebuah perusahaan bernama Thisable Enterprise. Sebelumnya, Angkie pernah bekerja di beberapa perusahaan, seperti IBM Indonesia dan Geo Link Nusantara.



Sumber: BeritaSatu TV