Polwan Diduga Terpapar ISIS Resmi Dipecat

Polwan Diduga Terpapar ISIS Resmi Dipecat
Ilustrasi ( Foto: Antara )
Farouk Arnaz / WBP Jumat, 22 November 2019 | 19:50 WIB

Jakarta, Bertasatu.com — Polwan berinisial NOS alias Nesti yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri karena diduga terpapar ISIS masih diproses hukum. Anggota Polda Maluku Utara itu juga telah dipecat.

“NOS ditangkap oleh Densus di Yogyakarta, itu pada akhir September 2019. Dia adalah anggota Polwan yang bertugas di Maluku Utara, setelah diperiksa dia terpapar kelompok teroris JAD (Jamaah Ansharut Daulah),” kata Karo Penmas Polri Brigjen Argo Yuwono di Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Tersangka NOS ditahan Densus 88 sejak 9 Oktober 2019 dengan persangkaan Pasal 15 junto 12a dan atau Pasal 13 UU 5 tahun 2018 tentang pemberantasan tindak pidana Terorisme dengan ancaman 3 tahun dan maksimal 12 tahun.

“Ini sudah dilakukan untuk proses sidiknya, untuk pidana umumnya. Untuk kode etiknya NOS sudah dilakukan sidang kode etik pada 21 Oktober 2019 dan kita kenakan Pasal 14 ayat (1) PP 1 tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri,” imbuh Brigjen Argo Yuwono.

Sebanyak 36 Terduga Teroris Jaringan Abu Rara Dibekuk

Dia memastikan bahwa NOS saat ini sudah bukan lagi anggota Polri. Keputusan itu sudah ditandatangani Kapolda Maluku Utara Brigjen Suroto.

Terpapar ISIS, Polwan Ditangkap Densus

Nesti diperiksa secara mendalam oleh Densus 88 setelah ditangkap untuk kali kedua. Sebelumnya Nesti ditangkap di Surabaya, Jawa Timur lantaran meninggalkan tugas dan menggunakan identitas palsu dalam penerbangan dari Ternate.

Nesti diduga terlibat jaringan teroris Wawan Wicaksono yang ditangkap di Salatiga, Jawa Tengah, pada hari yang sama.

Bukan kali ini saja anggota Polri terpapar ISIS. Pada 2015 lalu anggota Polres Batang Hari, Jambi, Brigadir Syahputra bahkan meninggalkan tugas dan bergabung dengan ISIS di Suriah.



Sumber: BeritaSatu.com