Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Rekaman Videonya Dipotong, Sukmawati Minta Polri Tangkap Otak Penyebar

Selasa, 19 November 2019 | 06:43 WIB
Oleh : Yustinus Paat / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Kuasa hukum Sukmawati Soekarnoputri, Petrus Selestinus meminta Polri segera menangkap otak dan pelaku penyebaran rekaman video yang sudah tidak utuh atau sudah dipotong-potong. Rekaman video itu berisi pembicaraan atau pandangan Sukmawati dalam forum diskusi kebangsaan dengan tema "Bangkitkan Nasionalisme, Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme" yang diselenggarakan oleh Divisi Humas Polri, beberapa waktu lalu.

Petrus menyayangkan masih ada pihak-pihak yang secara sengaja dan tanpa hak mencoba melakukan kejahatan berupa menyebarkan informasi yang tidak mengandung kebenaran dengan tujuan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA.

"Rekaman video yang beredar dalam keadaan tidak utuh berupa potongan-potongan rekaman isi pembicaraan yang sengaja disebarkan ke publik berbeda dari narasi asli isi pembicaraan Ibu Sukmawati yang utuh dalam diskusi kebangsaan tersebut. Ini sangat kita sesalkan," ujar Petrus di Jakarta, Senin (18/11/2019).

Petrus mendorong pihak Divisi Humas Polri untuk segera mengklarifikasi rekaman yang utuh dari pembicaraan atau pandangan Sukmawati dalam acara seminar kebangsaan tersebut. Hal ini penting, kata Petrus, agar menjadi jelas dan terang bahwa tidak ada satu pun narasi dalam isi pembicaraan Sukmawati berisi pernyataan yang kontennya menista agama.

"Kami meminta kepolisian untuk segera mengklarifikasi guna mencegah penyalahgunaan terhadap video yang telah beredar secara tidak utuh dan bertujuan memprovokasi dan memecah belah umat," kata dia.

Petrus juga meminta Polda Metro Jaya untuk segera memprioritaskan penyelidikan untuk mencari dan menemukan otak dan pelaku penyebaran informasi melaui video yang sudah dipotong-potong dan ditujukan untuk menimbulkan perpecahan berdasarkan SARA. Menurut dia, polisi tidak perlu menunggu adanya laporan atas otak dan pelaku penyebaran rekaman video tak utuh tersebut.

"Polda Metro Jaya bisa proaktif meskipun belum ada pihak yang melaporkan adanya dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang dengan sengaja dan tanpa hak telah menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian di kalangan masyarakat tertentu berdasarkab sara, dengan cara memanipulasi, memotong-motong rekaman video isi pembicaraan Ibu Sukmawati sehingga menjadi tidak utuh dan berpotensi mengarah kepada tuduhan penistaan agama," kata Petrus.

Menurut Petrus, tidak ada niat dan konten sedikit pun dari pembicaraan Sukmawati yang berisikan tindak pidana penistaan agama. Dia menilai, justru ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menyebarkan rekaman video yang sudah dipotong-potong.

"Oknum-oknum ini tidak boleh dibiarkan oleh polisi. Harus segera ditangkap dan ditahan oleh polisi," kata Petrus.

Sebelumnya, Sukmawati dilaporkan sejumlah pihak ke Bareskrim Polri atas tudingan penistaan agama saat menjadi pembicara di acara yang diselenggarakan Divisi Humas Polri. Sukmawati dianggap menistakan agama karena membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BMKG Ingatkan Hujan dan Angin Kencang di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan

Waspada potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

NASIONAL | 19 November 2019

Uji Coba Pelabuhan Maloy Kutim Timur Dijadwalkan Maret 2020

KEK Maloy menjadi sarana pertumbuhan perekonomian di Kutai Timur.

NASIONAL | 19 November 2019

BMKG Ingatkan Hujan dengan Petir di Jaksel dan Jakbar

BMKG juga memperingatkan masyarakat potensi terjadinya hujan lebat.

NASIONAL | 19 November 2019

Gempa Bumi 5,3 SR Guncang Manokwari

Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal.

NASIONAL | 19 November 2019

Kapolda Sumut Tegaskan Polisi Lacak Aliran Dana Terduga Teroris

Jumlah terduga teroris yang susah diamankan sebanyak 26 orang.

NASIONAL | 18 November 2019

Sukmawati Kembali Dilaporkan soal Dugaan Penistaan Agama

Irvan Noviandana melaporkan Sukmawati lantaran telah membandingkan Nabi Muhammad dengan Presiden Soekarno.

NASIONAL | 18 November 2019

Jenazah Pelaku Bom Bunuh Diri Dikebumikan

Zuraiyah mengatakan, Rabbial Muslim berubah setelah meninggalkan lingkungan tempat tinggal orangtuanya di Jalan Jangka, Kelurahan Petisah Barat Medan.

NASIONAL | 18 November 2019

Pabrik Tahu Tak Dibenarkan Bakar Sampah Plastik Secara Terbuka

UU 18/2018 sudah jelas melarang pembakaran sampah plastik secara terbuka. Jadi, itu tidak dibenarkan.

NASIONAL | 18 November 2019

Menteri PPN Sebut Ibu Kota Baru Akan Menjadi Ikonik Dunia

Menurut Suharso, konsep pembangunan ibu kota baru akan menonjolkan kekayaan alam Indonesia.

NASIONAL | 18 November 2019

Gubernur Malut Imbau Pemda Dukung Investasi di Halmahera Selatan

Gubernur Maluku Utara (Malut), Abdul Gani Kasuba meminta kepada para pemerintah kabupaten (pemkab) agar memberikan dukungan terhadap pengembangan iklim investasi

NASIONAL | 18 November 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS