Bom di Medan Terbuat dari Pupuk Urea

Bom di Medan Terbuat dari Pupuk Urea
Polisi berjaga pascabom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11/2019). ( Foto: ANTARA FOTO / Irsan Mulyadi )
Farouk Arnaz / JAS Senin, 18 November 2019 | 16:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi memastikan unsur bahan bom yang digendong oleh Rabbial Muslim Nasution (RMN) yang nekat meledakkan dirinya di kantor Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11/2019) pukul 08.45 WIB.

Bom yang dirakit AP dan Khoir itu, keduanya tewas saat ditangkap hari Kamis, 16 November 2011 di wilayah Medan, mengandung unsur black powder.

“Dari Labfor (Laboratorium Forensik) sudah diperiksa bahan-bahan yang digunakan untuk merakit bom yang dipakai oleh atau dirakit oleh dua orang yang meninggal dunia yaitu AP dan K. Terdapat pupuk urea dan jenis-jenis lainnya yang digunakan untuk dijadikan bom,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Senin (18/11/2019).

Semuanya ini adalah low explosive atau bom yang memiliki daya ledak rendah namun demikian ditambah komponen mematikan saat dirakit. Yakni menggunakan paku, potongan-potongan besi, yang berbahaya dan bisa mengakibatkan fatal atau meninggal dunia atau minimal luka berat.

“Densus 88 masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terkait beberapa kelompok jaringan baik di Jawa maupun yang ada di Sumatera. Terorisme merupakan ancaman kita bersama dan TNI-Polri tidak bisa bekerja sendiri,” lanjutnya.



Sumber: BeritaSatu.com