Warga Seluma Tewas Diseruduk Babi Hutan

Warga Seluma Tewas Diseruduk Babi Hutan
Babi hutan. ( Foto: Istimewa / Istimewa )
Usmin / JAS Sabtu, 16 November 2019 | 15:32 WIB

Bengkulu, Beritsatu.com - Sahri (65), warga Desa Tanjung Seluai, Kecamatan Seluma Selatan, Kabupaten Seluma, Bengkulu, tewas diseruduk babi hutan di kawasan perkebunan sawit dengan mengalami luka parah di sekujur tubuhnya.

Keterangan yang dihimpun Suara Pembaruan, di Bengkulu, Sabtu (16/11/2019) menyebutkan, korban pertama kali ditemukan Yasirwan dan Ijal yang sedang memburu babi hutan di kawasan perkebunan sawit desa setempat. Sahri ditemukan dalam keadaan sudah tewas dan bersimbah darah akibat mengalami luka berat di sekujur tubuhnya.

Warga Desa Tanjung Seluai mengalami luka robek dan bolong pada bagian paha sebelah kiri, kemudian bagian tangan robek serta kemaluannya pecah. Luka robek ini yang terdapat ditubuh korban karena gigitan babi hutan tersebut.

Selanjutnya jasad korban langsung dievakuasi ke rumah duka di Desa Tanjung Seluai. Namun, atas permintaan keluarga korban mayat Sahri tidak dilakukan autopsi di RSUD Tais, karena kematian petani dipastikan akibat diserang babi hutan.

Mendapat kabar bahwa Sahri meninggal diserang babi hutan, maka warga berama-ramai mengejar babi tersebut. Beberapa jam kemudian warga berhasil menangkap babi yang menewaskan petani sawit itu.

Selanjutnya babi hutan tersebut, dibunuh warga karena jika dilepas kembali ke hutan dikhawatirkan akan menyerang masyarakat lainnya. Sebab, sebelum menyerang Sahri diduga babi hutan ini juga menyerang warga lain Arzan, tapi yang bersangkutan berhasil menyelamatkan diri.

Sementara itu, Kapolres Seluma AKBP I Nyoman Mertha Dana membenarkan warga Desa Tanjung Seluai atas nama Sahri tewas diserang babi hutan. Mayat korban beberapa saat setelah kejadian langsung dievakuasi warga ke rumah duka di desa tersebut.

"Babi hutan yang menyerang petani sawit ini berhasil ditangkap warga dan dibunuh agar tidak menyerang warga Desa Tanjung Seluai lainnya. Namun, jenazah korban tidak autopsi di RSUD Tais atas permintaan keluarga, karena petani sawit ini dipastikan meninggal karena diserang babi hutan," ujar Kapolres Seluma.



Sumber: Suara Pembaruan