Diduga Terlibat Penusukan Wiranto, Densus 88 Tangkap Pegawai PT KS

Diduga Terlibat Penusukan Wiranto, Densus 88 Tangkap Pegawai PT KS
Ilustrasi Densus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penangkapan terduga teroris. ( Foto: Antara/Muhammad Iqbal )
Gardi Gazarin / RSAT Jumat, 15 November 2019 | 10:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Seorang staf PT Krakatau Steel (PT KS Persero) Tbk ditangkap Densus 88 Antiteror karena diduga terkait jaringan teroris. Polisi juga mengamankan seorang pegawai sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTS) Negeri 3 Cianjur, Jawa Barat berisial DS dalam kasus yang sama.

Pihak Corporate Secretary PT Krakatau Steel, Pria Utama dalam keterangan tertulis, Jumat (15/11) membenarkan adanya penangkapan stafnya. Namun dia membantah yang ditangkap bukan petinggi perseroan, melainkan hanya staf . "Dia hanya staf setingkat supervisor, bukan petinggi PT Krakatau Steel," katanya.

Menurut Pria Utama, manajemen perusahaan mendukung langkah polisi untuk melakukan pemeriksaan. "Manajemen Krakatau Steel selaku BUMN sangat mendukung pemberantasan terorisme," tegasnya.

Disebutkan, segenap manajemen menghormati dan menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku. Staf perusahaan BUMN itu diamankan Densus diduga terlibat kasus penusukan terhadap mantan Menkopolhukam Wiranto di Banten beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Tim Densus pada Kamis (14/11) menangkap DS (24) pegawai sekolah MTS Negeri 3 Cianjur yang berada di Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang. DS disergap dalam perjalanan menuju tempat kerjanya.

Staf Bagian Hubungan Masyarakat MTSN 3 Cianjur Agus Sutisna, membenarkan DS sebagai pegawai di sekolah tersebut. Agus mengakui, sebelum DS ditangkap Densus 88, pihaknya sempat didatangi anggota Kepolisian Resor (Polres) Cianjur, dan seorang Bintara Pembina Masyarakat TNI Desa Gunungsari yang memberitahukan terkait penangkapan tersebut.

Pihak sekolah sempat kaget mendengar kabar penangkapan DS karena dia merupakan salah seorang staf yang baik dan pintar bahkan tenaganya dalam bidang IT sangat butuhkan sekolah. Apalagi keseharian DS di lingkungan sekolah, DS dikenal sebagai sosok pendiam dan hasil pekerjaannya sangat diandalkan. DS juga dikenal lebih sering menghabiskan waktu di meja kerjanya.

DS tidak hanya handal dalam mengoperasikan komputer, dia juga sering memperbaiki perangkat komputer yang rusak. Bahkan, DS juga sering menerima servis kompter dan laptop.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, DS ditangkap Densus 88 bersama istrinya DK (25). Keduanya adalah pasutri muda yang baru dua pekan tinggal di kontrakan di Kampung Cibodas RT 03/RW 01, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Sebelumnya Densus 88 juga telah menangkap 4 orang yang diduga kuat terkait jaringan terorisme pada Rabu (13/11), salah satu yang ditangkap adalah pegawai BUMN di daerah Cilegon. Keempatnya ditangkap di kawasan Banten, yakni DA (28), QK (54), AP (45) dan MA (45).

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardy membenarkan atas penangkapan empat terduga teroris itu. Pemantauan terhadap jaringan terduga teroris yang merupakan karyawan perusahaan BUMN itu, akan terus dilakukan oleh pihak kepolisian dan tim Densus 88 Anti Teror.

Pihaknya juga memperketat penjagaan terhadap objek vital nasional dan lokasi keramaian. Sementara Densus 88 Anti Teror masih terus mengembangkan pergerakan dan jaringan terorisme yang ada di Banten.



Sumber: Suara Pembaruan