Polisi Tangkap Wanita Terduga Teroris di Binjai

Polisi Tangkap Wanita Terduga Teroris di Binjai
Tim Densus 88 Antiteror. ( Foto: Antara )
Arnold H Sianturi / CAH Jumat, 15 November 2019 | 06:20 WIB

Medan, Beritasatu.com - Densus 88 Antiteror Mabes Polri kembali melakukan penangkapan terhadap seorang wanita muda bercadar di sebuah rumah di Jalan Gumba, Lingkungan 10, Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (14/11/2019).

Penangkapan oleh petugas itu berkaitan dengan kasus ledakan bom bunuh diri oleh Rabbial Muslim Nasution alias Dedek (24) di Markas Polrestabes Medan, Rabu (13/11/2019) kemarin. Ledakan itu melukai 4 polisi, satu pegawai honor dan seorang lagi mahasiswa.

Camat Binjai Utara, Adri Rivanto membenarkan salah seorang wanita dari warga di Binjai Utara yang diamankan petugas Densus 88 Mabes Polri. Orang bersangkutan diamankan terkait kasus terorisme. Saat penangkapan itu, petugas juga didampingi kepala lingkungan.

"Berdasarkan laporan yang kita terima, wanita bercadar itu bernama SVT. Ada sejumlah polisi yang datang dilengkapi senjata. Dia diamankan dari rumah yang baru beberapa bulan dikontraknya. Nama pemilik kontrakan adalah Anim," ujar Adri Rivanto.

Pemilik kontrakan, Anim (62) mengaku terkejut saat melihat kehadiran polisi di rumah kontrakan miliknya. Dia tidak menyangka kalau jika wanita muda yang baru dikenalnya dua bulan lalu itu ternyata terkait dengan jaringan terorisme.

"Dia itu baru dua bulan mengontrak di rumah ini. Orang bersangkutan memang dinilai tertutup dan hanya berada di dalam rumah. Wanita itu memakai penutup wajah, sehingga saya tidak mengenalinya. Saya mau pingsan saat melihat dia dibawa polisi bersenjata," kata Anim.

Anim mengatakan, SVT tinggal di rumah itu bersama seorang anaknya yang berusia sekitar lima tahun. Saat mengontrak rumah itu, wanita itu mengaku sedang menunggu suaminya pulang dari Malaysia. Sehingga, dia mengaku tidak akan lama tinggal rumah kontrakan itu.

"Kalau prilakunya memang sopan bila kita berpapasan. Wanita itu memang tidak banyak bicara dan jarang keluar rumah. Saya tidak menyangka kalau dia itu ditangkap polisi atas kasus terorisme," sebutnya.



Sumber: Suara Pembaruan