Gempa Magnitudo 7,1, Warga Pesisir Kota Bitung Mengungsi

Gempa Magnitudo 7,1, Warga Pesisir Kota Bitung Mengungsi
Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019 malam. ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Jumat, 15 November 2019 | 00:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung, Sulawesi Utara, Rudy Wongkar mengatakan, warga di pesisir pantai mencari tempat di ketinggian mengantisipasi tsunami akibat gempa bumi dengan magnitudo 7,1.

"Saat ini memang ada peringatan dini tsunami, warga pesisir sementara mengungsi," kata Wongkar di Manado, Sulut, Jumat (15/11/2019) dini hari, seperti dikutip dari antaranews.com.

Dia mengatakan, warga pesisir yang mengungsi ke tempat tinggi yaitu berasal dari Kecamatan Madidir, Aertembaga dan Maesa. "Saat ini kami masih menenangkan warga sambil mengarahkan mencari tempat-tempat yang lebih tinggi," sebutnya.

Kondisi ketinggian air, kata dia, beberapa saat terjadi gempa masih normal dan belum ada kenaikan muka laut. "Kami berharap warga tetap tenang," ujarnya.

Sebelumnya, gempa tektonik magnitudo 7,4 yang kemudian direvisi menjadi magnitudo 7,1  pada kedalaman 73 kilometer mengguncang 134 kilometer barat laut Jailolo, Maluku Utara, pukul 23:17:41 WIB.

"Ada peringatan dini tsunami, status waspada untuk daerah Kota Bitung, Halmahera dan Ternate," sebut Staf Operasional Stasiun Geofisika Winangun, Kota Manado, Alfa.



Sumber: Suara Pembaruan