Hasto: Perlu Langkah Komprehensif Hadapi Ancaman Terorisme

Hasto: Perlu Langkah Komprehensif Hadapi Ancaman Terorisme
Polisi berjaga pasca bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11/2019) ( Foto: Antara / Irsan Mulyadi )
Markus Junianto Sihaloho / FER Kamis, 14 November 2019 | 22:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menyatakan, pihaknya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama bergotong royong menghadapi ancaman terorisme yang memang nyata.

Menurut Hasto, PDIP terus berkomitmen untuk menggalang seluruh komponen masyarakat guna melibatkan diri secara aktif bersama seluruh jajaran pemerintahan negara di dalam melawan berbagai aksi terorisme. Apalagi setelah kejadian penusukan terduga teroris kepada mantan Menkopolhukam Wiranto, terjadi lagi teror di Medan, Sumatera Utara (Sumut).

"Apa yang terjadi di Medan, tidak jauh bedanya dengan bom bunuh diri satu keluarga di Surabaya pada bulan Mei 2018 yang lalu. Kejahatan terorisme membunuh kemanusiaan, suatu aksi biadab yang tidak bisa dibenarkan dengan cara apapun," kata Hasto, Kamis (14/11/2019).

Menurut Hasto, aksi terorisme berakar dari radikalisme dengan benih-benih sikap intoleran. PDIP mengajak seluruh komponen bangsa untuk bahu-membahu bersama dengan seluruh alat negara untuk melawan gerakan ideologi kegelapan tersebut. Terlebih, sudah terlalu banyak korban terorisme yang merusak bangunan Indonesia yang cinta damai dan toleran. Perlu langkah komprehensif dan simultan guna mengatasi terorisme.

"Pendekatan hukum dan politik saja tidak cukup. Diperlukan juga pendekatan sosial-ekonomi, dan kebudayaan melalui gerakan rakyat agar menjadi kekuatan semesta untuk melawan paham anti kemanusiaan tersebut. Pada saat bersamaan hukum sebagai panglima, tanpa pandang bulu memberantas berbagai bentuk kejahatan terorisme tersebut," ulasnya.

Dalam konteks itu, Hasto menekankan, sudah saatnya negara bersikap lebih tegas. Apalagi Pemerintah juga sudah mendapat mandat dan legalitas dari rakyat untuk menciptakan rasa aman dan ketentraman masyarakat.

PDIP juga mendorong pendidikan nasional sebagai wahana membangun kehidupan berbangsa yang berbudi pekerti dan toleran terhadap perbedaan. Sebab intoleransi adalah akar dari terorisme.

"Dengan gotong royong seluruh komponen bangsa, kita wujudkan Indonesia yang tenteram dan damai, kedepankan nilai-nilai kemanusiaan," tandas Hasto.



Sumber: BeritaSatu.com