Bom Bunuh Diri di Medan, Gubernur Sumut Bantah Polisi Kecolongan

Bom Bunuh Diri di Medan, Gubernur Sumut Bantah Polisi Kecolongan
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi ( Foto: Beritasatu TV )
Aichi Halik / AHL Kamis, 14 November 2019 | 19:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengatakan, insiden bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11/2019) terjadi bukan karena polisi lengah.

"Kemarin itu memang biasa kantor polisi itu kan tidak seketat kantornya TNI. Karena kantor polisi itu melayani rakyat, jadi rakyat ini kan bebas," tutur Edy Rahmayadi di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Menurut Edy, kebebasan itu lalu dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk berbuat kejahatan.

"Bukan berarti polisi lengah, kan tidak begitu. Kan orang harus nyaman masuk ke kantor polisi. Ke depan mungkin akan kita perhatikan, kita evaluasi, boleh kebebasan tapi tidak boleh juga melakukan hal-hal yang tidak baik," tambah Edy.

Mengenai informasi satu pelaku yang masih kabur, Edy mengaku ‎belum mengetahui detailnya. Dia meminta masyarakat untuk selalu waspada dan aktif melapor ke kantor polisi terdekat jika ada yang mencurigakan.

"Seluruh masyarakat kalau mengetahui hal tersebut, laporkan ke yang berwajib. Ini supaya tidak terjadi lagi ke depan hal-hal yang seperti itu," ucap Edy.

Edy juga menyebut pihaknya tidak mentolelir tindakan terorisme karena negara tidak boleh kalah dengan para teroris.

"Saya selaku Gubernur Sumatera Utara tidak menolerir itu. Negara tidak boleh kalah dengan teroris. Kita akan cari, selidiki dan hentikan aksi teror," tegas Edy.



Sumber: BeritaSatu TV