Pascabom Bunuh Diri di Medan, Polres Palu Batasi Ojek Online

Pascabom Bunuh Diri di Medan, Polres Palu Batasi Ojek Online
Polisi mengamankan sebuah tas koper ukuran besar dari rumah yang ditempati oleh pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Medan Rabbial Muslim Nasution alias Dedek (24) bersama istrinya, Dewi (23) di Kecamatan Marelan, Sumatera Utara (Sumut). ( Foto: Suara Pembaruan/Arnold Sianturi )
John Lory / JEM Kamis, 14 November 2019 | 07:57 WIB

Palu, Beritasatu.com - Kepolisian Resor (Polres) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) meningkatkan penjagaan dan pengamanan pascaperistiwa bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11/2019).

“Pascaledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, memang kita mengingatkan semua untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian terhadap siapapun yang memasuki markas komando. Maka kami sudah arahkan kepada seluruh jajaran di tingkat polsek untuk meningkatkan kewaspadaan,” kata Kapolres Palu Moch Sholeh, Kamis (14/11/2019).

Upaya untuk mengantisipasi kejadian serupa di Medan, Polres Palu membatasi masuknya transportasi online ke dalam markas kepolisian itu. Sebab seperti diketahui, pelaku bom bunuh diri di Medan menggunakan jaket ojek online.

Moch Sholeh mengatakan, bagi anggota yang hendak melakukan transaksi pemesanan ojek online baik layanan antar maupun makanan dilakukan di luar pagar Mapolres Palu.

“Kalau ada anggota yang memesan makanan dan sebagainya, transaksinya dilakukan di luar markas. Jadi dibatasi, tidak boleh masuk sembarangan karena indikasinya di Mapolrestabes Medan juga menggunakan identitas transportasi online yang melakukan bunuh diri itu,” ujarnya.

Dia menyatakan pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat yang masuk ke dalam Mapolres Palu.

“Kami sudah tekankan kepada jajaran untuk melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang memasuki markas komando baik pemeriksaan orang, barang atau kendaraan, sehingga kita meminimalisir adanya upaya kelompok tertentu yang ingin melakukan seperti kejadian di Mapolrestabes Medan,” kata mantan Kapolres Banggai itu.

Kapolres juga meminta para personel di lapangan untuk waspada, baik saat patroli kamtibmas maupun anggota lalu lintas yang bertugas di jalan.

“Kami sudah menyampaikan kepada seluruh jajaran, setiap melakukan kegiatan harus saling melindungi, tidak boleh berjauhan dan saling mengawasi dengan sesama petugas terutama rekan-rekan yang di jalur lapangan atau lalu lintas. SOP-nya demikian, jadi baik melakukan patroli atau kegiatan lain itu harus saling melindungi minimal dua orang,” tuturnya.

Peningkatan pengamanan sudah dilakukan di Mapolres Palu. Sejumlah pintu masuk dijaga ketat personel berompi dan bersenjata lengkap. Peningkatan pengamanan juga dilakukan di wilayah Kota Palu sebagai persiapan dalam rangka kunjungan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis.



Sumber: Suara Pembaruan