Kasus Prostitusi Online, Muncikari Ditetapkan Jadi Tersangka

Kasus Prostitusi Online, Muncikari Ditetapkan Jadi Tersangka
Kombes Pol Frans Barung Mangera ( Foto: Istimewa )
Aries Sudiono / LES Selasa, 29 Oktober 2019 | 12:40 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Polda Jatim masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pria berinisial JL (51) warga Bekasi, Jawa Barat sebagai tersangka muncikari artis PA (23) yang sebelumnya diamankan petugas dari salah satu hotel PH di Kota Batu, Jatim, akhir pekan lalu. PA, kelahiran Balikpapan, Kaltim tanggal 26 Juni 1996 yang biasa dipanggil dengan Puput, yang pernah menjadi salah seorang finalis ajang pencarian Duta Puteri Pariwisata Indonesia 2016, diduga melakukan praktik prostitusi dengan YW, pria asal Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kami baru menetapkan JL sebagai tersangka, sementara artis PA dan pengguna jasa bernama YW beserta sopir untuk sementara ini kita tetapkan sebagai saksi,” ujar Kanit V Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKP Aldy Sulaeman, Selasa (29/10) pagi.

Pascapenggerebekan di kamar hotel, mereka digelandang ke Mapolda Jatim untuk menjalani pemeriksaan intensif. JL selaku muncikari telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara artis PA dan YW beserta seorang sopir sebagai saksi. Dari tersangka JL, penyidik mendapati uang tunai Rp 16 juta lebih yang diakuinya sebagai bagian yang ia terima dari YW dalam sekali transaksi. Uang itu kini dijadikan salah satu barang bukti polisi.

“Muncikari JL ini mengakui, ia mendapat penghasilan Rp 16 juta lebih untuk sekali transaksi seks artis binaannya,” ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (28/10) kemarin.

Penyidik dalam gelar perkara hari itu mengamankan sejumlah barang bukti selain uang tunai, juga pakaian dalam, alat kontrasepsi, kartu ATM, dan uang tunai Rp 16 juta. Namun, penyidik masih melakukan pendalaman terkait pendapatan PA dari transaksi prostitusi tersebut.

Penyidik mengaku, belum bisa mengetahui berapa nilai sekali transaksi yang didapat PA dalam sekali kencan. “Ini kami masih dalami,” ujar Aldy Sulaeman.

Ia menambahkan, tersangka akan dijerat dengan pelanggaran Pasal 296 dan 506 KUHP tentang memudahkan seseorang berbuat cabul untuk mendapatkan keuntungan. “Yang bersangkutan juga memfasilitas PA berangkat ke Hotel di Kota Batu, menyiapkan kamar hotel, dan mendapatkan bagian dari pembayaran. Tadi sudah disampaikan berapa kisaran tarifnya. Jadi bukti-bukti sudah akurat dan yang bersangkutan dijerat pelanggaran Pasal 296 dan 506 KUHP,” ujar Aldy.

Dipulangkan
Sementara itu PA sebagaimana diberitakan. pada Senin pagi sudah dipulangkan bersama dua saksi lain, seusai menjalani pemeriksaan selama 24 jam pada Minggu (27/10). Dalam perkara tersebut, PA berstatus sebagai saksi korban, dan JL selaku mucikari ditetapkan sebagai tersangkanya. PA, YW dan seorang sopir hanya dikenakan wajib lapor karena statusnya sebagai saksi. “Apabila nanti dibutuhkan dalam proses pemeriksaan, bisa kami panggil lagi,” ujar Aldy.

Saat ini, polisi juga masih melakukan pengejaran terhadap seorang terduga pelaku jaringan prostitusi online yang melarikan diri saat akan ditangkap di kediamannya di Jakarta pada Sabtu kemarin. Frans Barung Mangera menambahkan, selain ditetapkan tersangka, JL ternyata juga positif pengguna narkoba. Hal ini berdasarkan hasil tes urine terhadap mereka yang diamankan saat penggerebekan, JL dipastikan mengonsumsi ganja.

Perkembangan kasus prostitusi melibatkan artis ini sifatnya dinamis sehingga tak menutup kemungkinan adanya tersangka baru. “PA belum ditetapkan sebagai tersangka karena belum memenuhi untuk konstruksi hukumnya. Dinamika ini terus berkembang, tergantung alat bukti yang dikumpulkan penyidik dan tak menutup kemungkinan tersangka akan bertambah,” jelas Frans Barung.

Ia menambahkan, penyidik masih mengejar satu terduga pelaku yang ikut terlibat dalam kasus prostitusi tersebut berinisial SD. Dia melarikan diri saat petugas menggeledah rumahnya di Bekasi dan hanya ditemukan ponselnya. “SD ini pengguna jasa yang telah menyetorkan uang muka kepada tersangka JL sebesar Rp13 juta. Kami kini masih mengejarnya," ujar Frans Brarung.



Sumber: Suara Pembaruan