Tak Lagi Jadi Menteri, Mohamad Nasir Ingin Nikmati Kebebasan

Tak Lagi Jadi Menteri, Mohamad Nasir Ingin Nikmati Kebebasan
Menteri Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. ( Foto: Antara / Reno Esnir )
Maria Fatima Bona / IDS Kamis, 24 Oktober 2019 | 14:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mohamad Nasir menjadi Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) pertama sekaligus terakhir. Pasalnya, pada Kabinet Kerja Jilid II ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyatukan pendidikan tinggi dengan pendidikan dasar dan menengah dalam satu kementerian, yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Nasir menuturkan, setelah tidak menjabat menteri lagi, dia mendapat banyak tawaran dari perusahan untuk bergabung. Bahkan, pada Selasa (22/10) malam, ia mendapat banyak telepon yang menyodorkan tawaran kerja sama. Sebab, ada beberapa perusahaan yang telah berkonsultasi dengannya tentang bagaimana membangun industri di tengah kesibukannya menjadi Menristekdikti.

Ia juga telah membantu perencanaan bisnis sebuah industri yang enggan disebutkannya. Namun, dia belum mau memutuskan untuk bergabung dengan industri mana pun.

Menurutnya, ia tidak ingin terburu-buru untuk memutuskan bergabung atau menerima pinangan dari berbagai perusahaan karena ingin menikmati kebebasannya setelah lima tahun bertugas sebagai Menristekdikti.

“Saya banyak dapat tawaran tapi mau rehat selama satu bulan. Ada tawaran dari posisi yang di luar kementerian. Ada swasta yang meminta kepada saya sebagai konsultan untuk kembali lagi,” kata Nasir saat berbincang-bincang dengan SP usai serah terima jabatan Menristekdikti kepada Bambang Brodjonegoro sebagai Menristek dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional di Gedung Kemristekdikti Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Bagi Nasir, menjadi konsultan perusahaan bukanlah profesi yang asing karena ia telah jalankan sebelum menjabat Menristekdikti. Maklum, Nasir adalah pakar anggaran dan akuntan profesional dengan latar belakang sebagai guru besar bidang Behavioral Accounting dan Management Accounting Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro (Undip).

“Latar belakang saya akuntan dan biasa dari bisnis, sekarang kembali ke bisnis lagi atau kembali ke dosen lagi,” ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan