Ryamizard Ingatkan Jajaran Kemhan Jangan Khianati Negara

Ryamizard Ingatkan Jajaran Kemhan Jangan Khianati Negara
Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Yeremia Sukoyo / CAH Rabu, 23 Oktober 2019 | 13:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Prabowo Subianto dipercaya Presiden Joko Widodo untuk mengemban tugas sebagai Menteri Pertahanan menggantikan Ryamizard Ryacudu. Kepastian tersebut didapat setelah Presiden Jokowi secara resmi mengumumkan komposisi kabinet indonesia maju periode 2019-2024 di Istana Negara, Jakarta.

Sesaat setelah Presiden Jokowi mengumumkan kabinet, Ryamizard Ryacudu pun menggelar acara perpisahan dengan segenap jajaran Kementerian Pertahanan.

Mantan Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu mengingatkan kepada jajaran Kemhan untuk tidak mengkhianati Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Pesan saya kepada kalian semua, laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Karena kita digaji sama negara, dipercaya negara. Jangan sampai kepercayaan negara itu kita sia-siakan, kita mengkhianati kepercayaan negara," kata Ryamizard Ryacudu, di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Dalam kesempatan itu Ryamizard juga berharap agar jajaran Kemhan loyal kepada pemimpin baru. Dengan demikian maka segala tugas pokok dan fungsi Kemhan dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan masyarakat.

"Siapapun pemimpin kalau tidak menunjukan kejujuran, kebenaran kita loyal ya loyal saja, tidak sampai mati. Kalau kita mati-matian kita berdosa sama Tuhan. Tetap loyal. Paham itu ya. Itu prinsip saya," ujar Ryamizard.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) itu pun mengucapkan terima kasih kepada jajarannya karena selama kepemimpinannya dalam lima tahun bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

Dalam kesempatan itu, Ryamizard kembali mengingatkan tentang pentingnya Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa.

"Jika Pancasila hilang, negara pun akan hilang. Semua harus mempertahankan Pancasila sampai mati. Tidak ada itu dalam agama Islam, tidak ada khilafah dalam agama kita. Yang ada lakum dinikum waliyadin. Agamamu agamamu, agamaku agamaku. Masalah masuk surga dan negara itu urusan Tuhan bukan urusan kita, jangan gampang, kafir masuk neraka," ucap Ryamizard Ryacudu. 

 



Sumber: Suara Pembaruan